BANGKAPOS.COM - Nama Amizaro Waruwu menjadi perbincangan hangat di awal tahun 2026.
Bupati Nias Utara ini melakukan aksi heroik sekaligus menyedihkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta.
Di hadapan para pejabat tinggi negara, ia bersujud untuk menyuarakan penderitaan rakyatnya.
Dalam forum tersebut, Amizaro yang ditunjuk sebagai koordinator 30 daerah tertinggal memaparkan realita pahit ketimpangan pembangunan.
Ia menyoroti bagaimana daerahnya masih berjuang demi kebutuhan dasar seperti listrik dan rumah layak huni setelah 80 tahun Indonesia merdeka.
“Sehingga terima kasih semuanya. Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami,” kata Amizaro dengan nada emosional pada Rabu (25/2/2026).
Ia membandingkan kemajuan teknologi di Pulau Jawa dengan ketertinggalan di Nias Utara.
“Kalau jengkol kepala daerah yang ada di Jawa ini (berbicara) bagaimana pengembangan AI (Artificial Intelligence), mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, masih berbicara mengenai listrik, internet. Inilah beda kami, Pak,” sambung dia.
Sambil memohon perhatian Presiden RI, Amizaro langsung sujud di samping podium.
“Sehingga kami Pak, mohon. Ya. Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)...,” ujarnya sambil bersujud.
Siapa Amizaro Waruwu lebih jauh?
Berikut adalah profil singkatnya:
Sebelum menjadi bupati, Amizaro telah lama berkecimpung di dunia legislatif dan organisasi kepemudaan.
Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 26 Maret 2025 (periodik 2024), total harta kekayaan Amizaro tercatat sebesar Rp1.661.374.199. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp1,3 miliar.
(Tribun Medan/ Kompas.com/ Bangkapos.com)