TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.
Sepekan ke depan, dinamika atmosfer yang sangat dinamis berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh hangatnya suhu muka laut, aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), serta adanya daerah pertemuan angin yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif.
Masyarakat di wilayah berikut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang:
Teguh Rahayu menegaskan bahwa kombinasi faktor meteorologis ini tidak hanya memicu hujan durasi singkat, tetapi juga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis.
"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Potensi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang sangat nyata di tengah dinamika atmosfer saat ini," ujar Ayu, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: Cuaca Dingin dan Perbedaan Budaya Tantangan Komunitas Muslim Korea Jalankan Ramadan 1447 H
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif:
"Tetap tenang namun selalu dalam kondisi siaga, terutama bagi warga yang berada di area rawan bencana atau di bawah pohon besar," pungkasnya. (*)