Jakarta (ANTARA) - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera melalui program kemanusiaan bertajuk "Ramadhan Ceria: Synergy of Harmony".

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengatakan kegiatan Safari Ramadhan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemuda terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana alam.

"Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kita untuk saling menguatkan," kata Haris dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Safari Ramadhan KNPI diawali di Aceh pada 4-5 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, KNPI menyalurkan sekitar 1.000 bantuan kepada masyarakat terdampak, terutama anak-anak dan keluarga yang mengalami kesulitan akibat bencana.

Selanjutnya, kegiatan serupa akan dilanjutkan di Sumatera Barat (Sumbar) yang juga mengalami bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Menurut Haris, Program "Ramadhan Ceria: Synergy of Harmony" merupakan bagian dari gerakan sosial KNPI untuk memperkuat peran pemuda dalam menghadirkan solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat.

"KNPI hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak sendirian menghadapi situasi ini," katanya.

Ia menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi kesulitan, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi.

"Pemuda Indonesia harus berada di garda depan dalam membangun solidaritas sosial, terlebih pada saat masyarakat menghadapi bencana,” ujarnya.

Dia pun mengajak seluruh elemen pemuda, relawan dan komunitas masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung proses pemulihan wilayah terdampak bencana.

Haris menambahkan, semangat kepedulian terhadap korban bencana juga ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto yang beberapa kali meninjau langsung wilayah terdampak di Sumatera.

Melalui Safari Ramadhan tersebut, KNPI berharap dapat menumbuhkan optimisme dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang terdampak bencana serta memperkuat peran pemuda sebagai kekuatan sosial yang responsif terhadap persoalan kemanusiaan.

"Semoga Ramadhan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian kita semua. Ketika empati dan gotong-royong hadir bersama, masyarakat akan lebih kuat untuk bangkit kembali," kata Haris.