TRIBUNBENGKULU.COM - Selama ini Vidi Aldiano mengidap penyakit kanker ginjal sejak tahun 2019.
Ia bahkan sampai memutuskan untuk hiatus atau istirahat total demi fokus penyembuhan penyakitnya.
Pelantun lagu Nuansa Bening itu bahkan sempat bolak-balik Malaysia untuk melakukan pengobatan.
Alih-alih kondisinya kian memulih, wajah dan tubuh Vidi malah mengalami perubahan yang sangat drastis.
Wajah terlihat sangat putih tak seperti biasanya, sementara tubuhnya tampak sangat kurus.
Meski kondisi kesehatannya makin menurun, Vidi selalu tampak ceria, tak pernah ada raut wajah sedih yang diperlihatkannya ketika sakit.
Keluarga besar, terutama sahabat-sahabatnya selalu setia memberikan support yang begitu luarbiasa untuk Vidi.
"Vidi semangat terus yah. Secepatnya kembali lebih kuatt lagi, amin," komentar artis Chelsea Olivia.
"Vidi... love you," tulis musisi Reza Arap.
"Laifyu," komentar Enzy Storia.
"Love you Vidi @vidialdiano," tulis komedian Andre Taulany.
"Vidi semangat. Sembuh segera!!! Amin," komentar Titi Kamal.
"Love you," tulis penyanyi Rossa.
"Semangat Vidi," tulis Judika.
"Lo baik, Vid. Kita cinta & doain lo selalu. Terus semangat & berjuang ya. Itu jihad lo. “…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)," tulis pendakwah Husein bin Ja'far Al Hadar alias Habib Ja'far.
Vidi sempat berharap diberi kesembuhan dari penyakit kanker.
Namun, penyanyi kelahiran 29 Maret 1990 itu itu juga mengaku telah menerima takdirnya harus mengidap kanker.
"Ku harap, perjumpaan kita bisa berakhir secepatnya sesuai izin dari yang Maha Kuasa."
"Namun aku menerima penuh kamu menjadi bagian dari diriku selama 6 tahun belakang ini," tutup Vidi.
Pada awal 2024, Vidi membagikan kabar bahwa kondisinya perlahan membaik setelah menjalani kemoterapi rutin, meskipun sesekali mengalami efek samping.
Ia tetap optimis dan berbagi pengalamannya melalui media sosial, memberikan inspirasi kepada banyak orang.
"Hari ini cukup baik, meskipun semalam gue lumayan merasakan efek samping dari kemo," ungkapnya dalam sebuah unggahan di Instagram.
Pada November, ia menjalani pemeriksaan PET Scan di Penang, Malaysia, untuk memantau perkembangan kesehatannya.
Dalam unggahannya, Vidi mengungkapkan bahwa hasilnya belum sepenuhnya sesuai harapan.
"Hasil PET Scannya belum sesuai dengan harapan saya. Hasilnya nggak buruk tapi belum baik juga," ujarnya dengan jujur.
Pada Desember 2025 lalu, Vidi Aldiano mengenang kembali momen pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal.
Melalui akun Instagram pribadinya, Vidi mengatakan bahwa dirinya mengalami banyak perubahan sejak mengidap kanker ginjal, termasuk sudut pandang dalam melihat hal-hal yang terjadi di dunia ini.
Meskipun memberikan rasa sakit pada tubuhnya, ia justru mengucapkan terima kasih kepada sel kanker di dalam tubuhnya, karena memberi banyak pelajaran.
Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia, Sabtu (7/3/2026).
Kabar meninggalnya Vidi Aldiano kali pertama diketahui dari unggahan Instagram rekannya, Deddy Corbuzier.
"My heart is broken badly broken. You gone too soon. Beautiful soul.. Vidi Aldiano," tulis Deddy.
Sementara menurut kabar yang diterima awak media dari pihak keluarga, Vidi Aldiano meninggal sekira pukul 16.33 WIB
Sementara itu pihak keluarga melalui pesan singkat kepada awak media membenarkan bahwa Vidi berpulang pada pukul 16.33 WIB.
"Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO" bunyi pesan tersebut.
"Vidi wafat di dampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak," lanjutnya
Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990.
Vidi tumbuh di lingkungan keluarga yang kental dengan dunia audio dan musik. Ia adalah putra dari Harry Aprianto Kissowo, seorang wirausahawan audio teknologi pemilik V8sound.com, dan Besbarini, seorang guru piano.
Darah seni Vidi juga mengalir dari sang kakek yang merupakan penyanyi keroncong legendaris asal Semarang, S. Darsih Kissowo.
Bakat ini juga diikuti oleh adiknya, Vadi Akbar, sementara adik lainnya, Diva Stradivaryan, memilih berkarier di bidang pertanian.
Vidi dikenal sebagai selebriti yang sangat mementingkan pendidikan.
Menghabiskan masa sekolah di Yayasan Al-Azhar Jakarta, Vidi kemudian melanjutkan studi sarjana di Universitas Pelita Harapan (UPH).
Meski sempat mencicipi Teknik Elektro, ia akhirnya lulus dari jurusan Manajemen dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,62.
Tak berhenti di situ, pelantun "Nuansa Bening" ini meraih gelar Magister (Master of Science) dari University of Manchester, Inggris, pada tahun 2015. Ia mengambil program studi Innovation Management and Entrepreneurship dan berhasil lulus dengan predikat Cumlaude.
Bakat musik Vidi sudah terlihat sejak usia tiga tahun melalui bimbingan piano ibunya. Namun, jalannya menuju kesuksesan tidak instan. Pada tahun 2006, ia pernah mengikuti audisi Indonesian Idol namun langkahnya terhenti di babak 100 besar.
Namanya baru meledak pada tahun 2008 lewat album debut Pelangi di Malam Hari dengan hits legendaris "Nuansa Bening" dan "Status Palsu". Kariernya terus menanjak hingga album ketiganya, Persona (2016), berhasil meraih Triple Platinum dengan penjualan lebih dari 250.000 keping.
Pada 2022, Vidi merilis album Senandika yang sangat personal. Album ini merangkum perjalanannya melawan penyakit kanker serta dedikasi cinta untuk sang istri, Sheila Dara Aisha.
Hingga tahun 2024, Vidi tetap produktif dengan merilis sejumlah single seperti "Run Back To You", "Garansi Tepat Waktu", "Senyumin Dulu Aja", dan "We Time" yang dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.
Dalam kehidupan pribadinya, kisah Vidi Aldiano dan aktris Sheila Dara Aisha bermula saat mereka terlibat dalam serial "Stereo" pada 2015. Meski sempat berpisah pada 2018, keduanya kembali menjalin hubungan di tahun 2020.
Pada ulang tahunnya yang ke-31, Vidi melamar Sheila dan dilanjutkan dengan lamaran pada 1 Desember 2021.
Mereka menikah pada 15 Januari 2022.
Usai menikah, Vidi mendapat gelar kehormatan Minangkabau, yakni Sutan Sari Alam dari Bukittinggi.
Namanya pun menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.