Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bagaimana kehadiran bullion bank dapat mendorong pertumbuhan investasi emas di Indonesia.
Saat ini, PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah bekerja sama dalam mengembangkan layanan bank emas atau bullion bank ini.
"Jadi, ini terbukti dari BSI maupun PT Pegadaian. Tadi PT Pegadaian flexing sedikit sudah menghasilkan ROA (Return on Asset) sudah 6,7 persen, dan tabungan emasnya sudah meningkat juga dari 10,5 ke 19,25 dan sudh mengelola emas totalnya 141,7 ton," ucapnya dalam Launching Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Selain itu, pertumbuhan akuisisi penabung emas di BSI sudah mencapai 766 ribu nasabah. Dan kelolaanya sudah sekitar 22,5 ton emas.
"Jadi, kedua institusi ini tumbuh tinggi karena portofolio emas. Dan kita selalu paham bahwa emas adalah safe haven invesment, terutama untuk menghadapi ketidakpastian," lanjut Airlangga.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bisnis emas menjadi sebuah pertumbuhan baru.
"Kalau dibandingkan dengan Pegadaian, mungkin tidak terlalu besar. Tetapi, bagi kami ini sangat besar karena baru memulai," katanya.
Hanya dalam dua bulan pertama di 2026, transaksi emas BSI sudah mencapai 2,7 ton. Menurut Anggoro, trading dari emas ini bisa meningkat 2 kali lipat.
"Dan di sini kita melihat bagaimana masyarakat dengan adanya license Bullion, bagi kami itu jadi mudah untuk punya emas," ungkap Anggoro.
"Kalau Pegadaian ada Tring, kami dengan BYOND, karena aplikasi sudah ada lebih dulu kita mendorong masyarakat untuk memulai dari size yang kecil, dicicil atau beli sekaligus," sambungnya.
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan merasakan pertumbuhan yang signifikan berkat bullion bank. Ia berharap perkembangan bullion bank di Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem perdagangan emas nasional.
Bahkan, bisa mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi. Dengan aplikasi dari Pegadaian, Tring, masyarakat dapat mulai menabung emas dengan nominal mulai dari Rp10 ribu.
"Dengan adanya bullion bank ini, kami melihat potensi besar untuk memperkuat ekosistem emas nasional sekaligus meningkatkan literasi masyarakat untuk menabung emas," tegas Damar.
Acara ini menjadi ajang pembuktian bagaimana bullion bank sangat berpengaruh bagi masyarakat untuk menabung emas. Penyelenggaraan acara ini juga disponsori oleh PT Pegadaian, Bank BSI, HRTA Gold, Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), dan juga Galeri 24 Pegadaian.







