Panic Buying BBM di Jember: Harga Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu, Pembelian di SPBU Dibatasi
Sudarma Adi March 07, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jember, Jawa Timur mengakibatkan kekosongan stok pertalite dan pertamax di tingkat pengecer.

Panic buying dilakukan masyarakat itu, mengakibatkan beberapa pengecer terpaksa menaikan harga Pertalite dan Pertamax di Jember.

Penelusuran Tribun Jatim Network, di pengecer yang berjualan di seberang jalan depan DPRD Jember, pedagang kecil itu menjual satu liter pertalite Rp 16 ribu, Jumat malam (6/3/2026) pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Kurma di Jember Melonjak Tajam Akibat Pasokan Tersendat

Hiswana Migas: Stok Aman, Jangan Menimbun!

Meski tergolong mahal, BBM jenis tersebut tetap diburu pembeli. Terlihat hanya dua botol ukuran satu liter yang dipajang di pengecer tersebut.

"Terpaksa saya jual agak mahal, soalnya belinya susah. Saya harus antre seharian untuk dapat bensin," kata pengecer tersebut.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki Ikbal Wilda Fardana mengakui, ada kenaikan harga BBM di tingkat pengecer, bahkan kabarnya sebagian mereka menjual hingga Rp 25 ribu satu liternya.

"Kami mengimbau kepada oknum tengkulak yang sengaja menimbun dan memanfaatkan situasi kondisi, untuk kepentingan pribadi tidak melakukan itu. Karena kalau terbukti akan ditindak sesuai ketentuan hukum," tanggapnya, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, jika ada yang menemukan pengecer menjual diatas kewajaran, hal itu dapat dilaporkan melalui saluran Wadul Gus'e maupun call center Pertamina 135.

"Sekali lagi, Stok BBM di Kabupaten Jember aman. Begitu juga pengiriman dan pendistribusian tidak ada kendala sama sekali. Masyarakat kami harapkan melakukan pembelian di SPBU," imbuh Ikbal.

Baca juga: Warga Jember Panik Takut Kehabisan Stok BBM Imbas Perang Iran, Antrean Mengular di Sejumlah SPBU

Ikbal mengatakan, Pertamina juga membatasi pembelian BBM jenis pertalite bagi kendaraan roda dua, supaya antrean panjang SPBU bisa terurai hingga panic buying ini reda.

"Seusia SOP maksimal 10 liter untuk semua jenis kendaraan roda dua. Sementara bagi kendaraan roda empat pembelian pertalite harus mengunakan barcode," ulas Anggota DPRD Jember ini.

Selain itu, lanjut Ikbal, sebagain SPBU juga tidak melayani tengkulak sementara ini, hal tersebut dilakukan untuk menghindari pembelian BBM berlebihan.

"Baik pakai jirigen, maupun pakai motor thunder mereka tidak melayani. Saya yakin teman-teman (SPBU) dilapangan paham, mana tengkulak dan mana konsumen biasa," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.