HIPMI Surabaya: Ramadan Jadi Momentum Perkuat Jejaring Bisnis dan Digitalisasi UMKM
Cak Sur March 07, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menjadikan momentum Ramadan 2026 untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun jejaring bisnis.

Langkah ini dilakukan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan melalui kegiatan buka puasa bersama, pembagian takjil serta pemberian santunan pada Kamis (5/3/2026).

Perkuat Jejaring Bisnis dan Kepedulian Sosial

Ketua Umum HIPMI Surabaya, Benny Setiawan Santosa, menyatakan bahwa spirit utama yang ingin dibangun dalam Ramadan kali ini adalah penguatan silaturahmi antaranggota.

“Spirit yang ingin kami bangun di Ramadan ini bisa saling bersilaturahmi, membangun jejaring dengan harapan membangun Kota Surabaya lebih baik,” ujar Benny di Hotel Mercure Surabaya Grand Darmo, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini dikemas dengan suasana kebersamaan, yang mempertemukan berbagai organisasi serta stakeholder lintas sektor di Surabaya.

Berikut adalah rangkaian agenda yang dijalankan dalam kegiatan tersebut:

  • Pembagian paket takjil bagi masyarakat yang membutuhkan.
  • Pemberian santunan kepada pihak-pihak yang layak menerima.
  • Kultum Ramadan sebagai pembekalan rohani.
  • Buka puasa bersama untuk mempererat rasa kekeluargaan.
  • Pelaksanaan shalat berjamaah untuk menjaga ibadah kolektif.

Benny berharap, kegiatan serupa dapat terus menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh HIPMI Surabaya.

Strategi Digitalisasi dan Pendampingan UMKM

Selain kegiatan sosial, HIPMI Surabaya juga telah menyiapkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026.

Fokus utama dalam waktu dekat, adalah mendorong digitalisasi bisnis para anggota agar produk mereka semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Jadi setelah Hari Raya Idul Fitri, HIPMI akan mengadakan roadshow ke berbagai tempat usaha anggota untuk membantu promosi melalui konten digital dan media sosial,” kata Benny.

Saat ini, HIPMI Surabaya menaungi sekitar 300 anggota yang berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari industri, perdagangan hingga bisnis kuliner.

Mayoritas anggota, atau sekitar 60 persen berasal dari sektor UMKM yang sedang berkembang dan membutuhkan dukungan promosi.

“Ada sekitar 60 persen anggota yang usaha menengah ke bawah. Dan kami mendorong untuk memanfaatkan sosial media dan podcast,” tutur Benny.

Langkah ini, bertujuan untuk memperkuat networking antar organisasi pengusaha, sekaligus mendukung program pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintah setempat.

Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Bahan Baku

Di balik upaya pengembangan bisnis, Benny juga memberikan catatan kritis terkait situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mulai berdampak pada sektor riil.

Ketidakpastian ini mulai memicu kenaikan harga bahan baku turunan minyak bumi, seperti plastik dan bahan kimia, yang menjadi komponen penting produksi.

“Barang-barang turunan dari minyak bumi seperti plastik dan bahan baku kimia sudah naik sekitar 20 sampai 40 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa kenaikan ini sangat signifikan dan beberapa jenis barang bahkan sudah mulai mengalami kelangkaan stok di pasar.

“Kenaikannya sangat luar biasa dan beberapa barang bahkan beberapa barang mulai kosong. Mungkin setelah lebaran pabrik mulai menaikan harga, kalau sekarang masih menahan karena mau lebaran,” jelas Benny.

Menghadapi situasi tersebut, Benny mengimbau para pengusaha muda di Surabaya agar lebih selektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis.

Ia menekankan pentingnya melakukan pengembangan usaha yang terukur, sesuai dengan kondisi ekonomi yang sedang berlangsung.

“Teman-teman pengusaha harus mulai selektif dalam memilih mengembangkan bisnisnya dan pengembangannya harus terukur dengan kondisi yang ada sekarang,” tegasnya.

Benny juga menitipkan pesan, agar para pengusaha menjaga kesehatan keuangan perusahaan agar tetap tangguh menghadapi tekanan ekonomi.

“Mulailah berhemat dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu serta memiliki cash flow yang bagus. Jadi bisnis tetap hidup kalau ekonominya menghadapi tekanan,” pungkas Benny.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.