TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Bupati Merangin, M Syukur menyadari beratnya persoalan jalan di Tabir Timur, ditambah lagi adanya pemotongan anggaran.
Kendati demikian, pihaknya berkomitmen untuk tetap bertanggung jawab untuk membangun jalan di sana.
"Persoalan jalan di Tabir Timur ini memang berat. Meski anggaran dipotong, pemerintah tetap bertanggung jawab," kata M Syukur, saat kunjungan kerja ke Desa Sri Sembilan, Kecamatan Tabir Timur, Jumat (6/3/2026).
M Syukur mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 terjadi pemotongan anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp240 miliar.
Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya penanganan jalan di Kabupaten Merangin yang panjangnya mencapai lebih dari 1.000 kilometer.
"Tahun 2026 tetap ada pembangunan jalan di sini, bahkan saya sudah minta Kadis PU PR untuk menambah titik-titik tertentu, agar akses masyarakat lancar," tegasnya.
Sebagai langkah alternatif di tengah keterbatasan anggaran pengaspalan jalan, Pemerintah Kabupaten Merangin menyiapkan sejumlah alat berat berupa dua unit grader dan dua unit bomag.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan jalan penghubung tetap dapat difungsikan sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat tidak terhambat.
Selain persoalan infrastruktur, M Syukur juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sejumlah program bantuan yang disiapkan pemerintah daerah.
Di sektor pendidikan, misalnya, Pemkab Merangin menyediakan program beasiswa kuliah, bantuan perlengkapan sekolah seperti baju, tas, dan sepatu bagi anak yatim serta keluarga kurang mampu.
Selain itu, tersedia juga program kursus bahasa asing gratis di setiap kecamatan.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah telah meningkatkan fasilitas di RSUD Kolonel Abunjani serta menambah kuota peserta Jamkesda hingga mencapai 10.000 orang.
Bupati juga meminta para kepala desa untuk aktif melakukan pendataan warga agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan layanan kesehatan di Bangko.
Di sektor ekonomi dan keagamaan, pemerintah daerah menyalurkan berbagai bantuan, seperti dana Rp100 juta untuk pesantren yang terdaftar, subsidi bibit sawit, bantuan bagi pelaku UMKM, serta dukungan bagi para pegawai syarak.
M Syukur juga menanggapi isu yang beredar mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
Ia menilai program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
"Jangan dengarkan hoaks! MBG ini sebagai peluang bisnis. Kebutuhan telur, ayam, dan sayur sangat besar.
"Saya minta BumDes di tiap desa dapat menangkap peluang ini agar uang dapat berputar di masyarakat kita sendiri," ungkap M Syukur.
Selama kunjungan kerja tersebut, Bupati Merangin bersama rombongan juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat setempat.
Rombongan itu juga menggelar buka puasa bersama, hingga bermalam dan sahur bersama di wilayah Tabir Timur.
"Daerah ini spesial, jaraknya jauh dan medannya susah. Saya sengaja bawa seluruh Kadis agar mereka dapat melihat langsung nasib rakyat yang harus kita pikirkan bersama.
"Kita ingin jarak antara pemerintah dan masyarakat benar-benar hilang," tutup M Syukur.
Sebagai informasi, Kecamatan Tabir Timur berbatasan langsung dengan Kabupaten Tebo.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan sekaligus memperingati Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam kesempatan itu, M Syukur juga bermalam di wilayah Tabir Timur sebagai bentuk pelaksanaan program prioritas bertajuk “Bupati Ngantor di Kecamatan”.
Pada kegiatan tersebut, Bupati Merangin didampingi Wakil Bupati Abdul Khafidh, Wakil Ketua DPRD Merangin Herman Efendi, Sekda Merangin Zulhifni, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.
Rombongan melaksanakan Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Barokah, Desa Sri Sembilan, Kecamatan Tabir Timur.
Selain menghadiri kegiatan keagamaan, rombongan juga bermalam di wilayah tersebut untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang ada di kawasan Tabir Timur.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bupati Merangin menyerahkan bantuan CSR dari Bank 9 Jambi dan Baznas berupa bantuan untuk rumah ibadah serta paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)
Baca juga: Polda Panggil 15 Orang dari Direktur hingga Rekanan terkait Peretasan Bank Jambi
Baca juga: Al Haris: Tabur Benih Ikan di Bendungan PLTA Danau Kerinci untuk Jaga Ekosistem
Baca juga: Kabar Gembira, 6.438 PPPK Paruh Waktu di Jambi akan Dapat THR Rp1 Juta