TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca Alkitab akan membuat kita mengetahui kebenaran yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita.
Lebih baik jika kita merenungkan Firman Tuhan.
Berikut renungan harian Kristen berjudul satu kata, seribu luka.
Baca juga: Renungan Malam 1 Raja-raja 18-19, Tuhan Tetap Ada
Ditulis oleh Dina Sijabat dalam moment of inspiration LPMI.
Firman Tuhan dalam Yakobus 3:1-8
“Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” Yakobus 3:16
Pernahkah kita mengucapkan satu kalimat singkat–lalu melihat wajah seseorang langsung berubah?
Hanya beberapa detik, tetapi dampaknya bisa tinggal lama di hati. Kata-kata memang tidak terlihat, tetapi seringkali lebih tajam dari luka fisik.
Dalam surat Yakobus 3:1-18, lidah digambarkan seperti api kecil yang mampu membakar hutan.
Penekanan kuat terdapat pada ayat 16: “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”
Perkataan yang melukai seringkali bukan sekedar masalah spontanitas, tetapi berakar pada hati yang iri dan egois.
Ketika hati dipenuhi persaingan, amarah tersembunyi, atau keinginan untuk lebih unggul, lidah menjadi alat untuk menjatuhkan.
Yakobus kemudian membandingkannya dengan hikmat dari atas–yang murni, pendamai, peramah, penuh belas kasihan.
Artinya, perubahan perkataan dimulai dari perubahan hati. Kita tidak bisa mengendalikan lidah tanpa terlebih dahulu menyerahkan hati kepada Tuhan.
Hari ini, sebelum bicara, mari bertanya: apakah kata-kata ini lahir dari kasih atau dari iri hati? Sebab setiap kalimat yang kita ucapkan adalah cerminan isi hati kita.
Inspirasi: Biarlah Tuhan memurnikan hati kita, supaya melalui perkataan kita, orang lain tidak terluka, melainkan dikuatkan dan dipulihkan.