TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Sopir mobil travel lintas kabupaten dan provinsi di Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) menikmati peningkatan jumlah penumpang signifikan selama periode mudik lebaran Idul Fitri 1447 H.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lonjakan penumpang mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Kondisi ini membuat para sopir travel harus bekerja ekstra melayani masyarakat hendak bepergian ke berbagai daerah tujuan.
Baca juga: Pengacara Buka Suara Soal Kasus Amunisi di Polman, Apresiasi Polisi Tetapkan 3 OknumTersangka
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan di Sulbar Hari Ini, Gelombang Laut Capai 2,5 Meter di Perairan Polman
Carles, sopir travel rute Topoyo–Wajo, mengungkapkan, sejak pertengahan puasa jelang lebaran, hingga saat ini kendaraannya selalu terisi penuh.
"Di hari biasa, saya kadang hanya membawa dua hingga empat penumpang, tetapi saat ini mobil selalu penuh dengan delapan sampai sembilan orang," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (8/3/2026).
Meski permintaan meningkat drastis, Carles menegaskan tidak menaikkan tarif perjalanan.
Tarif dipatok masih sama seperti hari biasa, yakni Rp250 ribu untuk rute Topoyo–Wajo.
Sementara untuk daerah yang dilalui seperti Mamuju, Majene, Polman, Pinrang, dan Sidrap, tarif disesuaikan mulai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Perjalanan Topoyo–Wajo ditempuh dalam waktu 10 hingga 12 jam dengan jadwal keberangkatan rutin setiap Sabtu, Selasa, dan Kamis malam.
"Dalam sepekan biasa saya mondar-mandir Topoyo–Wajo tiga kali. Tapi kalau musim mudik seperti ini, kadang pulang-pergi terus setiap hari," tambah Carles. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Sandi Anugrah