Pertahanan Jadi Biang Kerok, Rata-rata Poin Malut United Amblas dari 2 Poin Jadi 1,4 per Laga
Dwi Widijatmiko March 08, 2026 11:33 AM

MALUT UNITED FC
Malut United semakin tercecer dalam persaingan perebutan gelar juara Super League setelah performanya merosot pada putaran kedua kompetisi.

BOLASPORT.COM - Lini pertahanan diakui Malut United sebagai titik lemah yang membuat mereka gagal mengalahkan PSM Makassar.

Sekali lagi Malut membuang kesempatan untuk meraih poin penuh dan bersaing di jalur perebutan gelar juara Super League 2025-2026.

Pada laga pekan ke-25, Sabtu (7/3/2026), Malut menjamu PSM di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

Dalam hitungan di atas kertas, Laskar Kie Raha seharusnya tidak menemui masalah mengalahkan PSM mengingat tim tamu kalah terus dalam 4 laga sebelumnya.

Namun, Malut United malah tertinggal lebih dulu di menit ke-37 karena gol bunuh diri Yakob Sayuri.

Tim tuan rumah sempat membalikkan skor di awal babak kedua menyusul gol-gol yang dicetak oleh David da Silva pada menit ke-48 dan Tyronne del Pino (54').

Malut bahkan memimpin 3-1 setelah Da Silva kembali mencetak gol di menit ke-66.

Akan tetapi, PSM berhasil menyamakan kedudukan via Savio Figueiredo (70') dan Jacques Medina (87').

Malut gagal menang walaupun memegang penguasaan bola sampai 71% dan melepaskan 13 tembakan.

Di lain pihak, PSM berhasil menjaringkan 3 gol hanya dari 9 upaya tembakan.

Dalam jumpa pers usai pertandingan, asisten pelatih Malut, Ricardo Salampessy, tegas menyatakan apa yang menjadi biang kerok kegagalan tim asuhannya meraih kemenangan.

"Banyak hal yang menjadi catatan terutama dari sisi pertahanan," kata Ricardo.

"Kami terlalu mudah kebobolan dan hal ini akan menjadi catatan kami untuk perjalanan tim yang lebih baik ke depan."

"Kami mendapatkan momentum untuk unggul di babak kedua. Sayang, kami tak bisa mempertahankannya."

"Harus diakui bahwa lini pertahanan yang biasanya tampil solid menjadi titik lemah kami malam ini."

"Kami membuang kesempatan untuk memenangi pertandingan."

Hasil imbang melawan PSM ini mencederai peluang Malut United untuk terus bersaing dengan tim-tim kandidat juara.

Mereka memang masih berada di urutan ke-4 klasemen.

Namun, Laskar Kie Raha yang memiliki 45 poin sudah tertinggal jauh dari Persib (54), Borneo FC (53), dan Persija (51).

Padahal, Malut sudah memainkan 25 pertandingan sementara Persib baru 23 sedangkan Borneo dan Persija 24.

Malut United jelas terlihat mengalami penurunan performa.

Pada paruh pertama kompetisi, Wbeymar Angulo dkk. menang 10 kali, imbang 4 kali, dan kalah 3 kali dalam 17 pertandingan.

Mereka mendapatkan 34 poin atau rata-rata 2 angka per laga.

Angka itu merosot pada putaran kedua di mana Malut hanya meraih 11 angka hasil dari menang 3 kali, imbang 2 kali, dan kalah 3 kali dalam 8 laga.

Rata-rata poin menjadi hanya sekitar 1,4 per pertandingan.

Super League akan memasuki masa libur Hari Raya Idul Fitri setelah pekan ke-25.

Malut United bertekad memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbaiki berbagai kekurangan tim.

"Tentu hasil ini bukan yang kita semua inginkan. Kami mohon maaf dan pertandingan tadi akan menjadi catatan untuk berbenah agar tetap bisa bersaing di papan atas," ucap Ricardo lagi.

Malut United akan bermain lagi pada pekan ke-26 dengan melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 3 April mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.