BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Harapan baru muncul bagi para petani jagung di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Terutama bagi yang selama ini membudidayakan jagung.
Sebagai informasi, Minggu (8/3/2026), jagung merupakan salah satu komoditas yang cukup diminati petani di Tala. Bahkan daerah ini merupakan sentra jagung di Kalsel meski sejak sekitar 2018 lalu terus terjadi penyusutan luas tanam menyusul harga jual yang cenderung melorot.
Hal itu turut dicermati Polda Kalsel dalam upaya turut membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menggencarkan penanaman jagung dan kemudian mencanangkan Tala sebagai sentra jagung.
Pada Sabtu sore kemarin, Kapolda bersama jajaran, Gubernur Kalsel diwakili Sekdaprov M Syarifuddin, dan Bupati Tala H Rahmat Trianto melakukan penanaman jagung.
Itu merupakan program penanaman serentak Kuartal I Tahun 2026. Lokasinya di Desa Banyuirang, Kecamatan Batibati.
Kegiatan itu disambut antusias oleh kalangan petani di Tala yang berharap komoditas tersebut kembali memberi keuntungan menggiurkan seperti belasan tahun silam.
Salah seorang petani jagung, Maman, mengaku senang dengan adanya dukungan pemerintah dan berbagai pihak yang mendorong peningkatan produksi jagung di daerah tersebut.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir sebagian petani sempat mengurangi bahkan berhenti menanam jagung karena harga jual yang tidak menentu.
“Kalau harga jagung bagus dan ada kepastian pembeli, tentu petani semangat lagi menanam. Kami sangat mengapresiasi program ini,” ujarnya.
Ia berharap kebijakan penetapan harga beli yang lebih stabil dapat terus dijaga agar petani tidak lagi khawatir merugi saat panen.
Baca juga: Kebakaran Bekas Kantor PAN Kalsel Diduga Dipicu Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp 100jt
“Harapan kami harga jagung ke depan semakin baik dan stabil, supaya petani bisa lebih sejahtera,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut, Bupati H Rahmat Trianto menyampaikan optimisme bahwa daerahnya memiliki potensi besar menjadi sentra jagung di Kalimantan Selatan.
Ia mengungkapkan pada 2020 luas tanam jagung di Tala pernah mencapai sekitar 27.590 hektare dengan produksi mencapai 123 ribu ton. Namun, pandemi Covid-19 serta ketidakstabilan harga membuat minat petani menurun dan luasan tanam menjadi hanya 16 ribu hektare.
“Sebagian petani memang sempat enggan menanam jagung karena harga jual yang tidak stabil,” kata Rahmat.
Namun kondisi itu mulai berubah setelah adanya dukungan berbagai pihak, termasuk upaya mendorong standar harga beli jagung sekitar Rp 4.000 per kilogram.
Menurut H Rahmat, jika potensi lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal, produksi jagung di Tala bisa meningkat signifikan.
“Kalau 10 ribu hektare saja bisa kita tanam setiap tahun, maka produksi bisa mencapai sekitar 200 ribu ton jagung,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung sektor pertanian melalui berbagai program yang berpihak pada petani.
Sementara itu, Kapolda Irjen Rosyanto mengatakan pihaknya turut mendukung program swasembada jagung nasional dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Ia menyebutkan Polda Kalsel mendapat target dari Polri untuk menanam jagung seluas 1.431 hektare.
“Saat ini kami memiliki sekitar 2.052 hektare lahan, dan sekitar 900 hektare sudah ditanami jagung,” ujarnya.
Menurutnya, dengan pengelolaan yang baik, produksi jagung di Kalimantan Selatan dapat mencapai 8 hingga 9 ton per hektare.
Pernah Tembus 123 Ribu Ton
Dalam satu dekade terakhir, berdasar data terhimpun, produksi jagung di Tala menunjukkan tren yang fluktuatif. Faktor harga, cuaca, hingga kondisi ekonomi menjadi penentu minat petani untuk menanam.
Beberapa catatan produksi jagung Tala antara lain pada tahun 2017 sekitar 80 ribu ton, tahun 2018 sekitar 95 ribu ton, tahun 2019 sekitar 110 ribu ton, tahun 2020 mencapai sekitar 123 ribu ton dengan luas tanam sekitar 27.590 hektare
Pada tahun 2021–2022 produksi menurun akibat pandemi dan berkurangnya minat tanam. Pada 2023–2025 mulai menunjukkan pemulihan.
Dengan adanya program penanaman serentak dan dukungan berbagai pihak, para petani berharap jagung kembali menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan mereka.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)