Konflik Iran–AS Berdampak ke Umrah Warga Jatim, Jemaah Hanya Bisa Pasrah Keberangkatan Tertunda
Samsul Arifin March 08, 2026 11:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai berdampak pada perjalanan ibadah umrah masyarakat Indonesia.

Sejumlah warga di Jawa Timur terpaksa menunda keberangkatan mereka karena terganggunya jalur penerbangan internasional yang melintasi kawasan Timur Tengah.

Salah satunya dialami Ahmad (37), warga asal Probolinggo. Ia seharusnya berangkat umrah pada akhir Maret 2026. 

Namun rencana tersebut batal karena penerbangannya menggunakan sistem transit di Doha, Qatar, sehingga terdampak situasi keamanan di kawasan tersebut.

Baca juga: Aman dari Konflik Timur Tengah, Jemaah Umrah Trenggalek Pulang Sesuai Jadwal Lewat Direct Flight

Persiapan Sudah Dilakukan Sejak Lama

Ahmad mengaku sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan perjalanan sejak sekitar satu bulan lalu. Barang-barang yang akan dibawa ke Tanah Suci bahkan telah ia siapkan sejak lama.

“Barang bawaan sudah saya siapkan dari sebulan lalu, total ada dua koper besar. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang hanya bisa pasrah,” ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Nasib 25 Warga Ponorogo Jalani Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Baru Dihentikan

Menurut Ahmad, pihak agen perjalanan menyampaikan bahwa jadwal keberangkatannya kemungkinan akan dijadwalkan ulang pada Juli atau Agustus mendatang.

Meski harus menunda, ia memilih menerima keputusan tersebut demi keselamatan bersama.

Warga Surabaya Alami Hal Serupa

Hal serupa juga dialami Aminah (51), warga Surabaya. Ia berencana berangkat umrah bersama suami dan satu anaknya pada akhir Maret 2026.

Namun rencana tersebut harus dibatalkan setelah agen perjalanan memberi informasi bahwa penerbangan mereka terdampak karena harus transit di Abu Dhabi, UEA.

Aminah mengaku sempat merasa sedih karena perjalanan ibadah yang telah lama direncanakan harus tertunda. Meski begitu, ia memilih menerima keadaan dengan lapang dada.

“Seharusnya akhir Maret ini saya berangkat bersama keluarga. Tapi tidak apa-apa, ini juga kuasa dari Yang Maha Kuasa. Saya ikhlas dan pasrah,” ujar Amina, Jumat (6/3/26).

Ia juga bersyukur karena pihak agen perjalanan memberikan opsi penjadwalan ulang keberangkatan tanpa membatalkan rencana ibadahnya.

“Sudah diinfokan juga kalau bisa di-reschedule jadwalnya,” tambahnya.

Baik Ahmad maupun Aminah sejatinya dijadwalkan berangkat umrah pada akhir Maret 2026. Namun situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah membuat perjalanan mereka harus ditunda.

Keduanya berharap konflik di kawasan tersebut segera mereda agar aktivitas penerbangan kembali normal dan masyarakat yang berniat beribadah dapat berangkat dengan aman.

Dampak Konflik Timur Tengah pada Penerbangan

“Harapannya jangan sampai ada perang. Kasihan kami yang punya niat ibadah umrah,” kata Ahmad lagi.

Adapun untuk jemaah umrah Indonesia dengan penerbangan langsung (direct) ke Jeddah, seperti maskapai Garuda Indonesia, Saudia, dan Lion Air, dilaporkan masih beroperasi normal dan aman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.