Timur Tengah Memanas hingga Selat Hormuz Dijaga Ketat, Pertamina Imbau Warga tak Panic Buying BBM
Amiruddin March 08, 2026 11:31 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak ( BBM ) secara berlebihan di tengah dinamika geopolitik global yang sedang memanas.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, dalam rilis resminya memastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Regional Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara, saat ini dalam kondisi aman, dan terus dijaga agar tetap tersedia bagi masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, dan tidak melakukan aksi panic buying, yang justru berpotensi mengganggu sistem distribusi energi yang selama ini berjalan normal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Pembelian yang berlebihan dapat mengganggu kelancaran distribusi yang selama ini berjalan normal,” ujar Edi Mangun dalam keterangannya, pada Minggu (8/3/2026).

Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Kepala Bank Indonesia Kaltara Minta Warga tak Panik

Menurutnya, penggunaan BBM secara bijak sangat penting agar distribusi energi dapat terus terjaga dengan baik, sehingga seluruh masyarakat tetap memperoleh akses BBM secara merata.

“Dengan penggunaan yang bijak, distribusi energi dapat terus terjaga, sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM,” jelasnya.

Edi menegaskan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, hingga sektor perekonomian nasional tetap terpenuhi dengan baik.

Selain itu, pihaknya juga terus memantau perkembangan situasi global secara cermat, termasuk dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan langkah strategis yang perlu diambil dalam menjaga keamanan pasokan energi nasional, serta keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat, dan memastikan langkah strategis yang diperlukan untuk menjaga keamanan pasokan energi, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rilis resmi PT Pertamina Patra Niaga, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menyampaikan bahwa pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM nasional yang berada pada kisaran sekitar 21 hari, merupakan kondisi yang normal dalam sistem logistik energi nasional.

Stok tersebut merupakan pasokan operasional yang dikelola secara berkelanjutan, untuk menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.

“Stok sekitar 21 hari itu merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga, dalam sistem logistik energi nasional,” jelas Roberth.

Ia menuturkan, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis, karena terus diperbarui melalui proses top-up atau refill, baik dari produksi kilang dalam negeri, maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya.

“Stok ini terus dilakukan top-up atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik,  maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya.

Proses ini dilakukan secara rutin dan berkala, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” ujarnya.

Roberth menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, proses transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Sistem tersebut dirancang untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.

Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Langkah tersebut di antaranya melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah, dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.

“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.