Donald Trump Masih Ngambek, Tolak Bantuan Inggris Kirim Kapal Induk untuk Serang Iran
Khistian Tauqid March 08, 2026 01:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Inggris akhirnya mengirimkan kapal induk ke Timur Tengah sebagai dukungan untuk Amerika Serikat (AS) yang sedang perang melawan Iran.

Kapal induk andalan, HMS Prince of Wales, sudah ditugaskan oleh Kementerian Pertahanan Inggris untuk menuju Timur Tengah.

Presiden AS, Donald Trump langsung mengomentari sikap Inggris yang hendak mengirimkan kapal induk tersebut.

Trump ternyata masih sakit hati dengan sikap Inggris yang sempat menolak dukungan terhadap AS.

Dikutip melalui platform Truth Social, Presiden AS itu langsung melontarkan sindiran terkait hubungan diplomatic dengan Inggris.

Trump menyebut AS sudah tidak memerlukan bantuan kapal induk ari Inggris.

Terutama untuk menghadapi konflik bersenjata dengan Iran yang semakin memanas.

"Britania Raya, yang dulu merupakan sekutu hebat kita mungkin yang terhebat, akhirnya mulai serius mempertimbangkan pengiriman dua kapal induk ke Timur Tengah," tulis Trump dalam unggahannya, Sabtu (7/3/2026), mengutip Al Jazeera.

Tak berhenti di situ saja, Trump bahkan memberikan pernyataan dengan nada ancaman terhadap Inggris.

"Tidak apa-apa, PM (Keir) Starmer, kami tidak lagi membutuhkan mereka. Tapi kami akan selalu ingat."

"Kami tidak butuh pihak yang baru bergabung dalam perang saat kami sudah menyelesaikannya!" tegas Trump.

Baca juga: Kecam Serangan AS-Israel ke Wilayah Iran, Keponakan Donald Trump Hujat sang Paman

Sebelumnya, pemerintahan Starmer sempat menuai kritik dari kubu konservatif AS karena dinilai ragu-ragu dalam memberikan dukungan militer langsung.

Meskipun Inggris akhirnya mengizinkan penggunaan pangkalannya untuk operasi pertahanan terbatas, Trump tampaknya belum melupakan sikap awal London yang dianggap tidak suportif.

Di sisi lain, situasi di Timur Tengah kian memanas dengan laporan korban jiwa yang terus bertambah akibat eskalasi serangan udara di wilayah tersebut.

Trump Klaim Iran Mulai 'Keok'

Sementara itu, Trump mengeklaim bahwa Iran kini telah "keok" dan menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara tetangganya setelah terus-menerus digempur oleh kekuatan militer AS dan Israel.

Melalui unggahan di akun Truth Social miliknya, Sabtu (7/3/2026), Trump menyebut Teheran kini tidak berdaya akibat operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Washington dan sekutu regionalnya.

Menurutnya, tekanan tersebut memaksa Iran untuk mundur dari ambisinya menguasai kawasan.

"Iran, yang saat ini sedang dihajar habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada tetangganya di Timur Tengah."

"Mereka berjanji tidak akan lagi meluncurkan serangan," tulis Trump, mengutip Middle East Monitor.

Trump menegaskan bahwa perubahan sikap Iran ini bukan karena diplomasi sukarela, melainkan dampak langsung dari serangan udara dan rudal yang tak henti-hentinya dilakukan oleh pasukan AS dan Israel.

Ia bahkan mengeklaim pencapaian ini sebagai momen bersejarah yang belum pernah terjadi selama ribuan tahun.

"Ini pertama kalinya Iran kalah dari negara-negara tetangganya dalam ribuan tahun sejarah mereka."

"Dulu mereka ingin menguasai Timur Tengah, sekarang mereka menyerah," lanjutnya.

Trump juga mengeklaim banyak pemimpin negara di kawasan tersebut yang menghubungi dirinya untuk mengucapkan terima kasih.

Meski menyebut Iran telah menyerah, Trump tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengendurkan serangan.

Sebaliknya, ia justru mengeluarkan peringatan mengerikan tentang adanya target-target baru yang lebih mematikan.

Ia memberikan sinyal bahwa militer AS sedang mempertimbangkan target yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar operasi.

"Hari ini Iran akan dipukul sangat keras! Kami sedang mempertimbangkan penghancuran total terhadap wilayah dan kelompok tertentu yang selama ini belum pernah kami targetkan," tegas Trump.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.