Eksis 23 Tahun. Rujito Ajak Saudara Hingga Tetangga Jadi Penjahit Jalanan Kebondalem Purwokerto
rika irawati March 08, 2026 01:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Matahari berangsur naik saat Rujito (50) mulai menyiapkan meja dan mesin jahit di trotoar Jalan Jenderal Suprapto Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (6/3/2026).

Pria yang tampak necis memakai kemeja biru dan rambut yang mulai beruban itu merupakan seorang penjahit jalanan atau tailor street. 

Tak hanya Rujito, ada belasan penjahit yang sejak 23 tahun lalu menggelar meja dan mesin jahit di tepi jalan tersebut. 

Mereka juga dikenal dengan panggilan 'Penjahit Kebondalem' karena lokasinya dekat Pasar Kebondalem yang sempat jaya sebagai pusat konveksi di Purwokerto. 

"Penjahit di sini ada 10 sampai 12 orang. Dari dulu memang berjejer seperti ini," kata Rujito kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Murah dan Bisa Ditunggu, Fenomena Tailor Street di Banyumas Jadi Solusi Praktis Permak Pakaian

Rujito mengatakan, penjahit di Jalan Jendral Suprapto Purwokerto biasanya mulai buka pukul 09.00 WIB.

Mereka tutup sekitar pukul 16.00 WIB.

Tetapi, ada juga yang buka lebih siang dan baru tutup pukul 21.00 WIB.

Para penjahit tersebut juga dikenal sebagai penjahit permak karena kebanyakan yang datang untuk memperbaiki pakaian jadi, baik memotong atau mengecilkan.

"Masyarakat yang datang macam-macam. Ada juga yang ingin mengecilkan gamis."

"Tarif potong mulai Rp10 ribu," ungkapnya. 

Satu Kampung

PENJAHIT JALANAN - Sejumlah penjahit di tepi Jalan Jenderal Suprapto Purwokerto, Kabupaten Banyumas, merampungkan pesanan konsumen, Jumat (6/3/2026). Keberadaan penjahit jalanan tersebut ada sejak 23 tahun lalu.
PENJAHIT JALANAN - Sejumlah penjahit di tepi Jalan Jenderal Suprapto Purwokerto, Kabupaten Banyumas, merampungkan pesanan konsumen, Jumat (6/3/2026). Keberadaan penjahit jalanan tersebut ada sejak 23 tahun lalu. (Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad)

Rujito bercerita, dia merupakan penjahit pertama yang mulai membuka jasa jahit di Jalan Jendral Suprapto Purwokerto. 

Dia merintis usaha tersebut pada tahun 2003.

Kemudian, dia mengajak saudara-saudaranya, mulai kakak, ponakan, teman, dan tetangga di kampungnya untuk ikut menjadi penjahit di tepi jalan tersebut. 

"Penjahit di sini rata-rata orang Dukuhwaluh (Kecamatan Kembaran, Banyumas, Red)."

"Dari dulu memang sudah ramai karena ada Pasar Kebondalem," ujarnya. 

Menurut Rujito, sejak pertama kali berjualan, tidak pernah ada penggusuran kepada para penjahit. 

Dari Satpol PP hanya meminta agar para penjahit lebih mundur dan memberikan ruang bagi pejalan kaki di trotoar. 

Banjir Orderan Jelang Lebaran

Untuk pendapatan, setiap hari pasti ada masyarakat yang datang.

"Nanti menjelang Lebaran lebih ramai. Biasanya penjahit bisa sampai jam sembilan malam," ungkapnya. 

Baca juga: Toko Grosir Camilan di Banyumas Mulai Diserbu untuk Suguhan Lebaran: Bisa Beli Eceran, Varian Banyak

Penjahit lain, Slamet Kartoyo (60) mengatakan, dari dulu, Jalan Jendral Suprapto memang dikenal sebagai kawasan penjahit.

Dia sendiri ikut bergabung sebagai penjahit angkatan ketiga.

Sebelumnya, para penjahit berpencar-pencar memiliki tempat sendiri-sendiri.

"Saya pertama coba-coba. Di sini kan jalannya searah, dulu baru satu dua penjahit, sekarang sudah banyak," katanya. 

Slamet mengatakan, dia melayani semua permintaan pelanggan, mulai permak sampai menjahit bahan kain untuk menjadi baju.

Dalam sehari, dia bisa melayani lima sampai enam pelanggan.

Pendapatan harian rata-rata Rp150 ribu-Rp200 ribu.

"Menjelang liburan, pendapatan meningkat juga, sehari bisa Rp300 ribu-Rp400 ribu," ungkapnya. 

Bisa Ditunggu

Seorang warga Purwokerto, Wicaksono (34) mengatakan, keberadaan penjahit di Jalan Jendral Suprapto Purwokerto sangat membantu. 

Kedatangannya bukan yang pertama kali, melainkan sudah tiga kali.

Dia biasanya datang pagi-pagi sambil melintas.

"Kalau pagi-pagi sudah buka, lewat ya sekalian," katanya 

Wicaksono mengatakan, dia biasanya memanfaatkan jasa jahit tepi jalan untuk mengubah ukuran celana atau mengecilkan. 

Kinerja penjahit jalanan ini pun cepat.

"Di sini cepat bisa ditunggu. Terus misal ramai, masih banyak pilihan (penjahit jalanan)," ungkapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.