Hari Perempuan Sedunia kembali dirayakan pada Minggu, 8 Maret 2026. Termasuk perayaan internasional, bagaimana sejarah di balik Hari Perempuan Sedunia?
Hari Perempuan Sedunia pertama kali muncul dari kegiatan gerakan buruh pada pergantian abad ke-20 di Amerika Utara dan di seluruh Eropa. Namun, momen ini baru diakui secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1997.
Menurut laman resmi PBB, Hari Perempuan Sedunia merupakan hari di mana perempuan diakui atas pencapaian mereka tanpa memandang perbedaan, baik nasional, etnis, bahasa, budaya, ekonomi, atau politik.
Mengapa Hari Perempuan Sedunia Dirayakan pada Tanggal 8 Maret?
Ada kisah lain, yang kemungkinan besar tidak benar, tentang mengapa Hari Perempuan dirayakan pada tanggal 8 Maret. Menurut cerita tersebut, pada tanggal 8 Maret 1857, para pekerja garmen dan tekstil perempuan di Kota New York, Amerika Serikat, melakukan protes untuk menuntut upah yang lebih tinggi, kondisi kerja yang lebih baik, dan hak yang setara.
Namun para sejarawan belum dapat memverifikasi apakah protes ini pernah terjadi. Mereka percaya fakta itu telah direkayasa selama Perang Dingin.
Tema Hari Perempuan Sedunia 2026
Hari Perempuan Sedunia 2026 mengangkat tema "Hak. Keadilan. Aksi. Untuk SEMUA Perempuan dan Anak Perempuan". Tema ini bertujuan untuk menghilangkan seksisme dan memperjuangkan hak serta pemberdayaan untuk semua perempuan.
Tahun ini, Hari Perempuan Sedunia menyerukan aksi untuk membongkar hambatan struktural, termasuk hukum yang diskriminatif, perlindungan hukum yang lemah, dan praktik serta norma sosial yang merugikan hak-hak perempuan.
Selamat Hari Perempuan Sedunia!







