Nasib Sutikno Pedagang Pasar Darurat Ngawen Blora, Jelang Lebaran Lapak Kebakaran, Rugi Rp 30 Juta
rival al manaf March 08, 2026 01:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Sutikno (52) tengah tertidur pulas di rumahnya, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Tiba-tiba handphone nya berdering, tanda ada panggilan masuk. Sutikno lalu terbangun, dan mengangkat panggilan tersebut.

Baca juga: Pasar Darurat Rakyat Ngawen Blora Kebakaran, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2,2 M

Baca juga: Kebakaran di Permukiman Padat Jalan Saputan Raya Semarang, Enam Rumah Terdampak

"Saya waktu itu sedang tidur, terus ada telepon dari temenku, kemudian bangun. Dikabari ada kebakaran belakang Pasar Ngawen (Pasar Darurat), langsung saya meluncur. Tapi itu belum tahu titik lokasi kebakarannya. Setelah sampai, ternyata yang kebakaran samping tempat usaha saya ini," jelasnya, Minggu (8/3/2026).

Sesampainya di tempat usahanya, Sutikno melihat api masih berkobar membumbung tinggi.

Sutikno langsung berusaha menyelamatkan barang-barang dagangannya. Usaha Sutikno sebagai agen sosis.

"Saya minta tolong ke orang-orang untuk dibantu mengamankan barang-barang dagangan saya," terangnya.

Menurutnya api yang berkobar dari samping Utara tempat usahanya sempat menyambar bagian dinding dan atap, tetapi berhasil dipadamkan.

"Dinding kayu ini, dan atap sempat kena apinya, tapi untungnya ada pemadam yang berhasil memadamkan api, sehingga tidak merambat," paparnya.

Akibat peristiwa itu, Sutikno memperkirakan mengalami kerugian Rp 30 juta.

"Kerugian sekitar Rp 30 juta," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com, sejumlah tukang tengah memperbaiki atap tempat usaha milik Sutikno.

Kronologi Kebakaran 

Pasar Darurat (Sementara) Rakyat Ngawen kebakaran, Sabtu (7/3/2026) sekira pukul 23.10 WIB.

Pasalnya, bangunan utama Pasar Ngawen saat ini tengah proses pembangunan kembali, usai awal 2024 lalu terbakar.

Sehingga, pedagang dialihkan di Pasar Darurat, di Jalan Raya Ngawen – Japah turut tanah Kelurahan Ngawen, RT 03 RW 01 Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, mengatakan yang terbakar rumah milik Suwadi, dan sejumlah ruko atau kios Pasar Darurat Rakyat Ngawen sebelah barat.

"Kronologinya itu, saat itu Suwadi berada di dalam rumah miliknya, melihat adanya percikan api yang mulai menjalar ke atap kayu yang berasal dari ruko milik Anik Dwi Jayanti."

"Tetapi semakin lama api semakin membesar, mengetahui hal tersebut, Suwadi berteriak minta tolong," jelasnya, kepada Tribunjateng.com, Minggu (8/3/2026).

Kemudian, kata AKP Lilik, ada salah seorang warga yang tidak sengaja melintas di depan ruko Pasar Darurat Rakyat Ngawen, mendengar teriakan dari Suwadi, sekaligus melihat adanya kobaran api yang membesar dari ruko milik Anik Dwi Jayanti.

"Warga tersebut kemudian, berinisiatif menelfon pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen dan meminta bantuan kepada warga sekitar. Sekira 10 menit kemudian pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen sampai di lokasi, tetapi api sudah membesar dan menjalar ke beberapa ruko darurat tersebut," jelasnya.

AKP Lilik menyampaikan petugas pemadam kebakaran berjibaku untuk memadamkan api, satu jam kemudian api berhasil dipadamkan.

"Penyebab kebakaran tersebut karena hubungan pendek arus listrik dari stopkontak yang berada di dalam ruko darurat milik Anik Dwi Jayanti," paparnya.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian materil mencapai miliaran rupiah. Karena, selain rumah milik Suwadi yang terbakar, terdapat sejumlah ruko beserta barang dagangan milik para pedagang juga terbakar.

"Untuk total kerugian atas adanya kebakaran tersebut sebesar Rp 2.225.000.000," paparnya.(Iqs)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.