Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkot Kediri bersama Bank Indonesia menggelar Bazar Pangan Ramadan di GOR Jayabaya sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Kegiatan bertajuk 'Sinergi Pangan Murah, Masyarakat Sumringah, Inflasi Kediri Terkendali' ini digelar di GOR Jayabaya Kota Kediri dan menjadi salah satu langkah kolaboratif untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Bazar Pangan Ramadan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu-Minggu (7-8/3/2025).
Baca juga: Daftar Titik Rawan Macet Saat Arus Mudik Lebaran di Kediri, Dari Mengkreng Purwoasri hingga Papar
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan bahwa setiap tahun menjelang Lebaran, harga kebutuhan pokok cenderung meningkat akibat tingginya permintaan masyarakat.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Baca juga: Penukaran Uang Baru di GOR Joyoboyo Kota Kediri, BI Sediakan Rp5,3 Triliun Uang Tunai
"Menjelang Idulfitri bahkan sejak pertengahan Ramadan biasanya terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar karena permintaan meningkat. Melalui kolaborasi ini kami berupaya menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga bagi masyarakat," kata Vinanda.
Selain bazar pangan yang digagas Bank Indonesia, Pemerintah Kota Kediri juga menjalankan berbagai program lain untuk menekan inflasi. Upaya tersebut dilakukan melalui Operasi Pasar Murni (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan berlangsung hingga 13 Maret mendatang.
"Harapannya masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Apalagi di bazar pangan Ramadan, OPM, dan GPM harga komoditas yang dijual juga sangat terjangkau. Saya juga menghimbau agar masyarakat belanja sesuai dengan kebutuhannya," jelasnya.
Dalam bazar ini, satu paket sembako dijual seharga Rp90 ribu yang berisi 5 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Bank Indonesia Kediri menyiapkan sebanyak 1.500 paket sembako untuk masyarakat.
"Kalau di pasar tentu tidak bisa mendapatkan harga seperti itu. Bahkan untuk telur yang dijual di bazar ini juga menggunakan harga distributor, sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga yang lebih murah," ungkap Vinanda.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat menyebut bazar ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi melalui penguatan stabilitas pasokan, harga, serta peningkatan keterjangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
"Harapan kami, kegiatan Bazar Pangan Ramadan ini masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah," ujar Yayat.