SURYA.CO.ID, SURABAYA - Partai Golkar Jatim menargetkan peningkatan kursi di Jawa Timur pada Pemilu 2029 mendatang.
Target tersebut disampaikan setelah sebelumnya Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia juga menargetkan peningkatan suara partai secara nasional.
Meski belum menyebut rinci target kursi yang dibidik, namun Golkar Jatim memastikan target peningkatan kursi di DPRD Jatim itu akan dimulai dengan pemetaan dapil atau daerah pemilihan.
Dapil yang dianggap potensial untuk menambah kursi akan terus dioptimalkan.
“Ya kita berikhtiar. Tentu kita juga akan mempertahankan 15 kursi. Ini wajib kita pertahankan,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Fraksi Golkar DPRD Jatim Minta Detail Rencana Modal Rp 300 M untuk Jamkrida
Pada Pemilu 2024 lalu, Golkar memang meraih 15 kursi di DPRD Jatim.
Jumlah tersebut membuat partai berlambang pohon beringin ini masuk di jajaran pimpinan dewan.
Golkar berada di urutan keempat setelah PKB, PDIP dan Gerindra, sehingga berhak menempati 1 posisi Wakil Ketua DPRD Jatim.
Ali Mufthi mengungkapkan, peningkatan kursi itu tentu saja akan memetakan seluruh dapil yang ada. Dari 14 dapil yang ada di Jawa Timur, masing-masing akan dipetakan.
Sehingga, didapati daerah mana yang berpotensi untuk mendapat kursi tambahan pada kontestasi Pemilu mendatang. Ali Mufthi mengaku optimis.
"Kita ingin melakukan mapping mana dapil-dapil yang memungkinkan bisa kita untuk nambah kursi. Ya dapil mana saja masih akan kita kaji lebih dalam," jelas Ali Mufthi.
Baca juga: Pesan Khusus Sekjen Golkar Ke Kader Jawa Timur, Dekat Dengan Rakyat
Beberapa waktu lalu, Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menginginkan peningkatan suara partai secara nasional.
Ini sebagaimana disampaikan Sekjen Golkar M Sarmuji dalam perayaan HUT Fraksi Golkar DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Februari lalu.
Ali Mufthi yang juga Anggota DPR RI itu menegaskan bahwa seluruh lapisan di Partai Golkar tentu akan bergerak untuk merealisasikan target tersebut baik struktural maupun fungsional.
Struktural di maksud adalah jajaran pengurus hingga tingkat bawah termasuk di Jawa Timur.
"Fungsional itu teman-teman fraksi. Teman-teman fraksi harus meningkatkan kinerjanya dalam rangka melayani masyarakat," ujar Ali Mufthi.