Kemudian, bos tembakau di Madura kaget terdaftar jadi penerima bansos.
Padahal, selama ini dirinya tidak pernah menerima apa pun, bahkan rutin membagikan bantuan sosial melalui uang pribadinya kepada masyarakat.
Terakhir pengusaha di wilayah Desa Jampang Kabupaten Bogor dikejutkan dengan aturan baru yang diberikan oleh Pemdes setempat terkait THR
Baca juga: Viral Terpopuler: Ibu Ida Penjual Telur Histeris Lihat Maling - Sosok Panglima Jilah Datangi Jokowi
Kondisi perang Iran melawan Israel dan Amerika terus memanas.
Meski demikian, Amerika Serikat tampaknya sudah mulai putus asa.
Dilansir dari Tribunnews, dokumen intelijen Amerika Serikat (AS) menunjukkan gempuran militer AS dengan skala besar ke Iran tidak akan mampu menggulingkan pemerintah yang berkuasa di negara tersebut.
Berdasarkan laporan dari The Washington Post pada Minggu (8/3/2026), analisis itu dibuat oleh Dewan Intelijen Nasional (NIC) sebelum AS melakukan serangan ke Iran bersama Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
NIC merupakan lembaga tinggi di AS yang bertugas di bawah Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) dan berfungsi sebagai penghubung utama antara komunitas intelijen dan para pembuat kebijakan.
Analisis tersebut menyatakan bahwa ulama dan militer Iran kemungkinan akan tetap berkuasa bahkan ketika para pemimpin senior terbunuh.
Selain itu, intelijen AS juga menyatakan institusi di Iran disusun untuk menjaga kesinambungan kekuasaan yang berarti kematian Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, akan memicu suksesi yang memang dirancang untuk mempertahankan sistem a quo alih-alih mengakibatkan runtuhnya rezim.
Laporan tersebut juga menganggap bahwa oposisi di Iran tidak mampu untuk menjatuhkan rezim saat ini, terlepas dari apakah AS melancarkan serangan terbatas terhadap sasaran kepemimpinan atau serangan lebih luas yang menyasar institusi pemerintah.
Gedung Putih belum mengonfirmasi apakah Presiden Donald Trump telah mengetahui terkait laporan tersebut, meskipun para pejabat menyatakan serangan yang dilakukan bertujuan untuk menghancurkan kemampuan rudal Iran, membongkar angkatan lautnya, dan mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir.
Pada awal serangan AS, Trump sempat meminta agar rakyat Iran berlindung dan merebut kekuasaan setelah penyerangan selesai dilakukan.
"Tetap berlindung, jangan tinggalkan rumah Anda, di luar akan sangat berbahaya sekali. Bom akan jatuh di mana-mana," kata Trump dalam pidato yang diunggah di medsos, Truth Social.
"Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan. Itu akan jadi milik kalian," sambungnya.
Kala itu, Trump juga berpesan kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) agar menyerah daripada menghadapi 'kematian yang pasti'.
"Untuk anggota Garda Revolusi Islam Iran dan Angkatan Bersenjata, kepada pihak kepolisian, saya minta Anda serahkan senjata Anda. Maka Anda akan dapat imunitas total, jika tidak Anda akan menghadapi kematian" kata Trump.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Viral Terpopuler: Pria Curi Labu 2 Biji - Cara Menteri usai Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
Sosok bos tembakau asal Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur belakangan menjadi sorotan karena renovasi rumah warga miskin dari keuntungan dapur MBG.
Sosok yang dimaksud adalah Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her.
Di balik kebaikannya itu, ada cerita unik yang pernah dialaminya.
Pada tahun 2024 lalu, Haji Her kaget karena namanya tercatat sebagai masyarakat penerima bantuan sosial dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Bahkan, anak, istrinya serta ibu Haji Her juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Hasil penelurusan di website cekbansos.kemensos.go.id pada Selasa (23/7/2024), nama Haji Her dan istrinya, tertera sebagai penerima bantuan sosial.
Haji Her mengaku kaget karena namanya tertera sebagai penerima bantuan sosial.
Padahal, selama ini dirinya tidak pernah menerima apa pun, bahkan rutin membagikan bantuan sosial melalui uang pribadinya kepada masyarakat.
“Tolong data itu dihapus. Saya tidak pernah menerima bantuan,” ujar Haji Her melalui sambungan telepon, Selasa (23/7/2024) lalu, melansir dari Kompas.com.
Bantuan sosial, menurutnya, harus diberikan kepada warga yang berhak.
Sedangkan data dirinya dimasukkan ke dalam DTKS, tanpa ada konfirmasi kepada dirinya.
“Berikan bantuan itu kepada yang berhak,” imbuhnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Viral Terpopuler: Penjual Telur Gulung Rugi Rp2 Juta - Isi Prediksi Cak Nun soal Konflik AS dan Iran
Pengusaha di wilayah Desa Jampang Kabupaten Bogor dikejutkan dengan aturan baru yang diberikan oleh Pemdes setempat terkait THR
Beredar di media sosial surat edaran yang ditujukan kepada pengusaha di wilayah Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Surat itu berisi permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Foto surat tersebut diunggah oleh akun Instagram @kabar.kemang.
Terlihat kop surat bertuliskan Pemerintah Kabupaten Bogor Kecamatan Kemang yang ditujukan kepada pengusaha atau donatur dengan perihal proposal hari raya.
Dalam surat tersebut tertulis berkenaan dengan adanya Hari Raya Idul Fitri 1447 H, pegawai pemerintahan desa memohon bantuan dan perhatiannya kepada para pengusaha atau donatur untuk kebutuhan hari raya dalam bentuk apa pun.
Tertulis juga jumlah pegawai desa sebanyak 15 orang dengan 25 anggota Linmas.
Dikonfirmasi, Kades Jampang Wawan Hermawan mengaku bahwa surat edaran permohonan THR tersebut sudah ditarik dan tidak dilanjutkan.
"Saya perintahkan semalam kepada staf untuk (surat edaran) ditarik dan tidak dilanjutkan," kata Wawan dikonfirmasi wartawan, Sabtu (7/3/2026), dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Minggu (8/3/2026).
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat khususnya Desa Jampang atas kegaduhan akibat adanya surat edaran tersebut.
Tetapi, dipastikan pihaknya belum menerima apa pun dari para pengusaha usai surat diedarkan.
Hal ini juga menjadi pembelajaran oleh Pemerintah Desa Jampang agar tidak terulang di tahun depan.
"Sama sekali kami (Desa Jampang) belum terima sepeser pun terkait edaran tersebut. Mohon maaf ini bentuk kekhilafan kami, tahun depan tidak akan terulang cukup sekali ini aja," pungkasnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>