- Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani mengklaim bahwa negaranya telah menangkap sejumlah tentara AS sejak perang pecah pekan lalu.
Klaim tersebut disampaikan Larijani dalam unggahan di platform X, Sabtu (7/3/2026).
Larijani menyebut, AS menyembunyikan penangkapan itu dengan mengatakan bahwa tentaranya tewas dalam pertempuran.
Menurutnya, upaya tersebut akan sia-sia karena kebohongan perlahan akan terungkap.
"Saya mendapat laporan bahwa beberapa tentara Amerika telah ditawan. Namun pihak Amerika mengklaim bahwa mereka tewas dalam pertempuran," tulis Larijani, dikutip dari Al Jazeera pada Minggu (8/3/2026).
Larijani sebelumnya mengklaim hampir 500 tentara AS tewas selama serangan pembalasan Iran.
Ia mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan AS yang digunakan untuk meluncurkan serangan.
Namun, militer AS dengan cepat membantah klaim Larijani.
Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins menuduh Iran hanya bisa menyebarkan kebohongan.
Bantahan serupa juga disampaikan seorang juru bicara dari Komando Pusat AS (CENTCOM).
"Klaim rezim Iran tentang penangkapan tentara Amerika hanyalah contoh lain dari kebohongan dan tipu daya mereka," kata jubir tersebut.
Terbaru, AS telah menerima enam jenazah tentaranya yang tewas akibat serangan balasan Iran.
Mereka sebelumnya bertugas di Komando Dukungan Logistik ke-103 yang berbasis di Iowa.
Namun, keenamnya tewas di pangkalan Kuwait hanya sehari setelah AS menyerang Iran.