Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Warga di Kabupaten Pangandaran yang berencana menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci diimbau untuk menunda keberangkatan sementara waktu.
Imbauan tersebut muncul menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan terjadi akibat konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Situasi ini dikhawatirkan berdampak pada stabilitas keamanan di negara-negara sekitar, termasuk Arab Saudi yang menjadi tujuan utama ibadah umrah dan haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangandaran, Hilman Saefulloh, mengatakan pihaknya belum memiliki data pasti terkait jumlah warga Pangandaran yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji maupun umrah.
Baca juga: Asosiasi Travel Haji dan Umrah Masih Medata Jumlah Jemaah yang Tertahan, Pulang dan akan Berangkat
"Urusan umrah biasanya langsung melalui travel, jadi kami belum bisa memastikan berapa jumlah warga yang sedang berada di Tanah Suci dan belum menerima laporan resmi," ujar Hilman melalui WhatsApp, Minggu (8/3/2026) siang.
Hingga kini, belum terdapat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang berkantor di Pangandaran.
Untuk itu, sebagian besar warga biasanya mendaftar dan berangkat melalui biro perjalanan di luar daerah.
"Sejauh ini belum ada informasi terkait warga Pangandaran yang terdampak. Mudah mudahan saja bagi yang sedang berada di Saudi semuanya sehat walafiat dan tidak terjadi apa-apa," ucapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang sudah merencanakan keberangkatan umrah dalam waktu dekat agar menunda perjalanan hingga situasi kembali kondusif.
"Bagi yang belum berangkat disarankan untuk menunda dulu. Sementara bagi yang sedang melaksanakan umrah, kita harapkan teruslah berkomunikasi secara intensif dengan pihak travel," kata Hilman.
Baca juga: Imigrasi Karawang Siapkan Izin Tinggal Darurat bagi WNA Terdampak Penutupan Jalur Udara Timur Tengah
Meski situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas, Hilman memastikan hingga kini belum berdampak pada persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini.
Perang di Timur Tengah yang terjadi saat ini melibatkan tiga negara yaitu Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menyebakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa petinggi militer Iran tewas.
Atas serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer dan asset AS yang berada di sejumlah negara Teluk, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Setelah menyerang pangkalan militer AS di Arab Saudi, Iran memperluas serangan balasan dengan menargetkan fasilitas AS yang berada di Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi menyatakan pada Selasa (3/3/2026) pagi Kedutaan Besar AS di Riyadh diserang dua drone, sehingga menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan kecil.
Sejumlah negara meminta warganya keluar dari Arab Saudi. Namun, hal itu tidak mudah dilakukan karena sebagian besar wilayah udara ditutup dan banyak terjebak. (*)