Kolam Wudu Kuno Peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik Masih Berfungsi Sejak Abad ke-14
Eko Darmoko March 08, 2026 07:35 PM

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Jejak penyebaran agama Islam di Kabupaten Gresik masih tersimpan rapi hingga saat ini.

Selain dijuluki Kota Wali, Gresik menyimpan peninggalan sejarah berupa kolam wudu kuno dari abad ke-14.

Kolam ini merupakan peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim yang hingga kini masih dimanfaatkan oleh jemaah.

Kolam wudu bersejarah tersebut berada di kawasan Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim, tepatnya di Dusun Pesucinan, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Meski telah berusia berabad-abad lamanya, struktur kolam masih terlihat kokoh dan tetap difungsikan sebagai tempat berwudhu oleh para jamaah yang datang ke masjid tersebut.

Kolam wudhu ini berada di dalam masjid. Ada pagar besi dikelilingnya. Bentuknya persegi. Airnya tidak pernah habis. Luas kolam sekitar tiga meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 2,5 meter.

Bangunan itu menjadi peninggalan tertua di Pulau Jawa yang masih bertahan sejak masa awal penyebaran Islam oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim pada tahun 1389 Masehi.

Baca juga: Masjid Kuningan Pondok Kidul, Jejak Siar Islam di Blitar dan Perlawanan Terhadap Penjajahan Belanda

Ketua Takmir Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Mushollin, mengatakan, untuk kolam difungsikan untuk berwudu, dari dahulu memang untuk wudu. Tidak boleh untuk mandi.

"Sampai sekarang masih dimanfaatkan para jamaah," ujar Mushollin.

Selain digunakan untuk berwudhu, air dari kolam tersebut juga dipercaya sebagian jemaah membawa berkah. Tak sedikit pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk mengambil air kolam.

Sebagian jemaah bahkan datang dengan membawa botol atau jeriken untuk menampung air kolam tersebut.

Ia menyebut, banyak jamaah dari luar daerah Kabupaten Gresik datang dengan membawa jurigen atau botol guna mengambil air untuk pengobatan.

Jemaah menilai air kolam peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim membawa berkah hingga menyembuhkan penyakit.

"Airnya banyak juga dimanafaatkan untuk minum. Warga datang tidak hanya daerah sekitar, mulai Jember, Madura, Tasikmalaya, Jakarta, Aceh, hingga Malaysia," jelasnya.

Mushollin menjelaskan, kolam kuno tersebut dibangun bersamaan dengan berdirinya masjid pada awal abad ke-14 ketika Syekh Maulana Malik Ibrahim datang ke Gresik untuk menyebarkan agama Islam.

Setelah berlabuh di Pelabuhan Leran, Syekh Maulana Malik Ibrahim kemudian mendirikan masjid yang hingga kini masih berdiri di Desa Leran lengkap dengan kolam wudhu peninggalannya.

Baca juga: Kisah Warga Italia Carmelo Corallo Rela Masuk Islam demi Menikahi Wanita Ngrayun Ponorogo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.