TRIBUNSUMSEL.COM - Kebakaran hebat melahap rumah di Jalan Ki Kemas Rindo, Lorong Ki A Madani, Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumsel pada Minggu (8/3/2026).
Akibat kebakaran itu, satu orang penghuni rumah bernama Husin alias Asing (52), dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
Korban tinggal seorang diri dan menderita sakit stroke ringan.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 01:45 WIB.
Baca juga: Sosok Husin, Tewas Saat Kebakaran di Kertapati Palembang, Tinggal Sendiri Padahal Alami Stroke
Kapolsek Kertapati AKP, Angga Kurniawan mengatakan, api terlihat pertama kali oleh seorang tetangga korban.
Menurut saksi api yang sudah membesar itu berasal dari arah dapur.
"Kemudian saksi bersama warga membuka pintu namun terkunci dari dalam sehingga berusaha mendobrak pintu namun tidak bisa," ujar Angga kepada Tribunsumsel.com.
Saat warga panik, suara ledakan dari dalam rumah terdengar namun saksi dan warga yang lain tidak mengetahui apakah ada orang di dalam rumah atau tidak.
Setelah petugas pemadam kebakaran tiba dan selesai menjinakkan api, warga baru mengetahui kalau ada korban di dalam rumah.
"Saksi dan warga baru mengetahui kalau ada korban di dalamnya Setelah pemadaman selesai, korban ditemukan di ruang tamu dengan posisi hangus terbakar," katanya.
Dari olah TKP sementara dugaan penyebab kebakaran karena korsleting listrik.
Baca juga: Breaking News : Kebakaran Terjadi di Kertapati Palembang, 1 Orang Tewas Terjebak Kobaran Api
Menurut keterangan Bambang (59) Ketua RT 51, korban sudah dua bulan tinggal sendirian dalam keadaan sakit stroke ringan, (berjalan susah).
Awalnya korban tinggal bersama istri dan ketiga orang anaknya, namun semenjak sering sakit beberapa bulan lalu ia berpisah sedangkan anak-anaknya ikut bersama mantan istri.
Bambang mengatakan korban tinggal seorang diri semenjak pisah dengan istrinya sekitar tiga bulan terakhir.
Meski kesulitan berjalan akibat sakit yang dialami, korban masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Sudah tiga bulan ini pisah sama mantan istrinya, anak-anaknya ikut ibu mereka. Memang dia sakit ada stroke ringan ," kata Bambang.
Selain itu, korban diketahui seorang mualaf yang memeluk agama Islam. Sebelumnya almarhum berasal dari etnis Tionghoa.
Kehidupan sosial korban juga dikenal sebagai orang yang ramah di lingkungan warga.
"Orangnya ramah. Dia mualaf ikut agama mantan istrinya. Kalau setiap lebaran banyak keluarga dia yang Tionghoa berkunjung ke rumah," katanya.
Lanjut Bambang, setelah kejadian jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Moh Hasan dan diserahkan ke keluarga.
"Semalam keluarga korban datang ke sini, lalu pemakaman diambil alih oleh keluarganya," tutupnya.
(*)
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com