Militer Iran Tak Gentar Lawan AS-Israel, Siap Ladeni Perang Selama 6 Bulan
Darwin Sijabat March 08, 2026 04:48 PM

 

TRIBUNJA

 

MBI.COM - Di tengah gempuran udara yang masif dan klaim kehancuran total dari pihak lawan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengirimkan pesan pembangkangan yang kuat.  

Memasuki pekan kedua peperangan yang dipicu oleh agresi Sabtu (28/2/2026), militer Iran menyatakan kesiapannya untuk melayani konfrontasi jangka panjang melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel. 

Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa struktur militer Iran masih sangat solid dan memiliki cadangan logistik serta persenjataan yang cukup untuk mempertahankan intensitas serangan saat ini hingga setengah tahun ke depan.  

Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa kekuatan Teheran telah lumpuh total. 

"Pasukan bersenjata Republik Islam Iran mampu melanjutkan setidaknya 6 bulan perang yang intens dengan kecepatan operasi saat ini," tegas Naini sebagaimana dikutip dari The Times of Israel.

200 Target dalam Jangkauan Rudal Iran 

Bukan sekadar bertahan, IRGC kini beralih ke mode ofensif yang lebih agresif.  

Naini mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengunci koordinat lebih dari 200 lokasi strategis, termasuk pangkalan militer dan fasilitas vital milik AS serta Israel yang tersebar di sepanjang kawasan Timur Tengah. 

Langkah ini merupakan balasan langsung atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.  

Sejak agresi tersebut, hujan rudal Iran terus menyasar wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika di negara-negara tetangga sebagai bentuk pembalasan dendam. 

Kontradiksi dengan Klaim Donald Trump 

Pernyataan berani dari Teheran ini muncul tepat setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali memproklamirkan kemenangan mutlak pasca-operasi "Epic Fury".  

Baca juga: Intelijen AS: Rusia Diduga Pasok Data Target untuk Iran Serang Pangkalan AS

Baca juga: Warga Kota Jambi Keluhkan Air Mati Total Hingga Sahur Tadi, PDAM Minta Maaf 

Donald Trump mengeklaim militer Iran sudah tidak lagi memiliki taring setelah infrastruktur utama mereka dihancurkan. 

"Kita memenangkan perang dengan selisih yang besar. Kita telah menghancurkan seluruh kejahatan mereka," ujar Trump dalam sebuah pernyataan pers. 

Namun, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda.  

Penyerangan terus-menerus terhadap fasilitas AS-Israel membuktikan bahwa meskipun kehilangan pemimpin tertingginya, mesin perang Iran masih bekerja dan siap menyeret kawasan ini ke dalam konflik berkepanjangan yang melelahkan. 

 

Baca juga: Maulana Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Kota Jambi

Baca juga: Promo Roti Gembul Jambi, 2 Roti dan 2 Minum hanya Rp50 Ribu

Baca juga: Hujan Berpotensi Terjadi di Kerinci, Merangin hingga Bungo Pekan Ini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.