Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mencatat sebanyak 1.885 jiwa dari 665 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan terdampak banjir.
Humas BPBD Lampung Wahyu Hidayat mengatakan, para korban tersebar di tujuh desa.
"Ada tujuh desa yang mengalami musibah banjir tersebut, yakni Gedung Harapan, Marga Agung, Margo Lestari, Karang Sari, Way Hui, Jati Mulyo dan Fajar Baru," kata Wahyu, Minggu (8/3/2026). .
Lalu Desa Kertosari di Kecamatan Tanjung Sari, ada tanggul milik BBWS yang jebol.
"Ada 38 KK yang terdampak dan tidak ada korban jiwa. Tapi ada satu orang yang meninggal dunia pada saat banjir di Kaliasin," jelasnya.
Sementara di Kecamatan Tanjung Bintang terdapat 93 KK dari tiga desa yang terdampak banjir, yakni Lematang, Way Galih, dan Sabah Balau.
Kemudian Desa Hajimena dan Sidosari di Kecamatan Natar ikut terendam banjir, dengan 143 KK yang terdampak.
Bandar Lampung termasuk yang paling parah terdampak banjir.
Sedikitnya ada 38 titik banjir hingga merenggut dua nyawa.
"Ada 2 korban yang meninggal dunia diduga akibat banjir yang menerjang Bandar Lampung," kata Wahyu.
Salah satu korban berinisial Sa (10) meninggal dunia akibat terseret banjir di wilayah Rajabasa.
Korban lainnya orang dewasa yang ditemukan di Jalan Dr Harun II.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)