Rapor Kemenangan Kim/Seo Diuji di Final All England 2026, Chia/Soh Coba Peruntungan
Drajat Sugiri March 08, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Final ganda putra All England 2026 yang digelar Minggu (8/3/2026) ini bukan sekadar pertandingan biasa.

Laga ini adalah panggung pertemuan dua takdir berbeda: dominasi yang seolah tanpa batas melawan perjuangan pantang menyerah untuk memutus kutukan.

Di bawah atap megah Utilita Arena, Birmingham, sejarah bulu tangkis dunia sektor ganda putra kembali menarik untuk dikawal Badminton Lovers.

Pertemuan Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea) dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) membawa mimpi yang berbeda.

Bagi Kim/Seo, mereka membawa harapan untuk bisa back to back juara demi mengikuti jejak Kim Moon-soo/Park Joo-bong pada 1985-86.

Sementara Chia/Soh tengah coba peruntungan juara di final All England ketiganya setelah edisi 2019 dan 2024 yang berakhir sebagai runner-up.

lihat foto
CHIA/SOH - Ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik saat melawan ganda Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han pada Indonesia Open di Istora Senayan Jakarta, Kamis (6/4/2024). Aaron Chia/Soh Wooi Yik menelan kekalahan dua set langsung dengan skor, 21-16 dan 21-14. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Dominasi Kim/Seo

Dominasi ganda putra saat ini berada dalam genggaman Kim/Seo sejak akhir 2025.Sejak memastikan gelar juara di French Open 2025, ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan ini menjelma menjadi mesin kemenangan yang menakutkan.

Rekor kemenangan beruntun yang mereka bukukan mulai dari kejayaan di Kumamoto, Masters, hingga menutup tahun dengan gelar World Tour Finals berlanjut manis hingga pembukaan musim 2026 di Malaysia Open.

Bagi Kim/Seo, All England bukan hanya soal mempertahankan trofi. Ini adalah pembuktian atas konsistensi luar biasa yang jarang disaksikan dalam satu dekade terakhir.

Baca juga: Cerminan Dominasi An Se-young, Wang Zhiyi Ambil Estafet Akane Yamaguchi di Final All England 2026

Jika mereka berhasil menang hari ini, gelar back-to-back atau juara berturut-turut akan semakin mengukuhkan nama mereka sebagai legenda baru ganda putra.

Untuk kali pertama sejak Kim/Park juara 40 tahun silam, akhirnya ada utusan Korea yang bisa melanjutkan torehan epic tersebut.

Penantian Panjang Chia/Soh

Di sisi lain, Chia/Soh berdiri dengan beban harapan satu negara di pundak mereka. Malaysia telah menunggu selama 19 tahun untuk kembali melihat ganda putranya berdiri di podium tertinggi All England sejak terakhir kali diraih oleh Koo Kien Keat/Tan Boon Heong pada 2007.

Bagi Chia/Soh, final ini terasa sangat emosional. Setelah dua kali merasakan pahitnya kekalahan di laga puncak All England (2019 dan 2024).

Kegagalan di masa lalu telah menempa mentalitas mereka. Meskipun secara rekor pertemuanmereka tertinggal 1-2 dari pasangan Korea tersebut, semangat untuk mengamankan gelar pertama di turnamen tertua di dunia ini menjadi api yang membakar motivasi mereka.

Laga ini diprediksi akan berjalan sangat ketat. Pertemuan terakhir mereka di final Malaysia Open 2026 bulan Januari lalu menjadi bukti betapa tipisnya jarak kualitas kedua pasangan.

Kim/Seo memang unggul dalam konsistensi, namun Aaron/Soh di bawah arahan pelatih bertangan dingin, Herry IP, kini tampil lebih sabar dan taktis.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.