Reaksi Dedi Mulyadi soal Permintaan Istri Penganiaya Pencuri Labu, Singgung Persidangan Kelak
Latif Ghufron Aula March 08, 2026 07:42 PM

- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan respons terkait permintaan istri pelaku penganiaya Minta pencuri labu siam di Cianjur.

Kini, UA ditahan dan telah ditetapkan jadi tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya karena menyebabkan Minta meninggal dunia akibat penganiayaan tersebut.

Di sisi lain, penahanan UA membuat istri dan anaknya terpuruk.

Diketahui istri pelaku itu meminta tolong kepada Dedi Mulyadi untuk meringankan hukuman suaminya yang telah menghilangkan nyawa Minta korban sekaligus pelaku pencuri labu siam.

Hal ini terlihat dari video Youtube Dedi Mulyadi, ketika istri pelaku atau tersangka penganiayaan terhadap Minta itu diundang di kediaman sang Gubernur Jawa Barat tersebut di Lembur Pakuan, Subang.

“Saya ke sini mau minta keringanan hukuman,” ujar istri pelaku UA.

Kemudian Dedi Mulyadi pun menanyakan kronologi dan alasan penganiayaan yang dilakukan suaminya itu bisa terjadi.

Istri UA mengaku bahwa saat kejadian dirinya tak tahu karena sedang bekerja.

UA dan istrinya itu sama-sama bekerja sebagai penjaga kebun tetangga.

Dalam sehari, istri pelaku tersebut menerima upah Rp30.000 per hari dari pekerjaannya menjaga kebun tetangga.

Selain menjadi penjaga dan pengurus kebun milik Ketua RW, suaminya (UA) juga bekerja serabutan.

Mendengar alasan itu, Dedi Mulyadi menyoroti harga labu siam yang dicuri tak sebanding dengan nyawa yang terenggut.

Diketahui dua buah labu siam yang dicuri korban (Minta) seharga Rp 1000 per buah, jika sekilo diperkirakan seharga Rp5.000 sampai Rp3.600.

Lalu, ia pun menceritakan dugaan pemicu emosi suaminya karena sering kehilangan hasil kebun yang dikelolanya di tanah milik Ketua RW.

“Labu yang diambil itu milik Pak RW, tapi yang menanam dan mengurusnya adalah saya dan suami. Suami saya sering kesal karena setiap mau panen, labunya sering hilang,” paparnya.

Permintaan Maaf Pelaku


Diketahui kini UA sebagai pelaku atau tersangka penganiayaan terhadap Minta pencuri labu siam di Cianjur itu sudah ditahan.

Sang istri pun mengaku sudah menjenguk suaminya saat ditahan.

Istrinya itu menceritakan suaminya meminta maaf tak berniat menghilangkan nyawa korban.

“Dia minta maaf, katanya tidak berniat sampai seperti itu (korban meninggal), dia hanya emosi karena masalah ekonomi dan anak-anak,” ujar istri UA.

Respons Dedi Mulyadi

Terkait keringanan hukuman tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan  permintaan itu bisa dilakukan kepada hakim nantinya saat persidangan.

“Ibu kalau ingin ada keringanan, nanti ke hakim, melalui pengacara disampaikan ke hakim ketika disidang pengadilan,” ujar Dedi Mulyadi menjelaskan.

Dedi mengatakan dirinya tidak bisa berbuat dalam kasus tersebut.

Gubernur Jabar itu juga menyoroti status kasus penganiayaan berujung pembunuhan itu sulit mendapatkan restorative justice.

“Tapi kalau pembunuhan mah gak bisa. Orang miskin nyari bisa restorative justice, tapi kalau orang miskin membunuh gak bisa, harus berproses,” ujarnya.

Lalu, istri tersangka menjelaskan saat kejadian suaminya itu mengetahui pencurian dari tetangga.

Kala itu, suami baru bangun tidur dengan kondisi sakit gigi.

Saat mendengar kabar pencurian itu, ia menduga suaminya tersulut emosi hingga melakukan penganiayaan.

Namun, istri UA itu mengaku bahwa selama ini suaminya tersebut tak pernah berkelahi.

Berikan Dukungann Moral

Meski tak bisa membantu terkait hukum, Dedi Mulyadi memberikan dukungan moral dan jaminan kepada istri dan anak UA (pelaku penganiaya) tersebut.

Kepada Dedi Mulyadi, istri tersangka menceritakan bahwa anaknya menjadi enggan sekolah setelah kejadian dan perbuatan ayahnya viral.

Diketahui anak tersangka itu berinisial AF, ia duduk dibangku kelas 10 di SMKN 1 Cugenang, Cianjur.

Kepada Dedi Mulyadi AF menjadi takut ke sekolah karena takut dibully.

“Saya sudah seminggu tidak sekolah karena takut dibully orang-orang,” ujar AF.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan agar AF tetap bersekolah.

Dedi menjanjikan bahwa dirinya yang menjamin bahwa orang-orang tak akan membully-nya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi memberikan pesan kepada anak pelaku bahwa kini dirinya ya harus menjadi tulang punggung keluarga sementara ayahnya sedang menjalani proses hukum.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa meskipun tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, keluarga tersangka yang tidak bersalah harus tetap mendapatkan perlindungan agar tidak jatuh ke jurang kemiskinan baru.

"Ini cobaan berat buat Ibu. Ibu harus tetap setia pada suami dan sayang pada anak-anak. Saya akan berikan dukungan agar keluarga Ibu tidak jatuh ke jurang kemiskinan,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menyoroti sisi kemanusiaan dan dampak sosial dari sebuah konflik kejahatan dan keadilan tersebut.

"Yang bersalah biarlah berproses secara hukum, tapi keluarganya harus tetap aman dan bisa melanjutkan hidup,” tutup Dedi Mulyadi.

(*)

# cianjur # dedi mulyadi # gubernur jawa barat # labu siam # pencurian

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.