Israel Serang Depot Minyak Teheran, Iran Luncurkan Rudal Balasan ke Tel Aviv dan Yerusalem
Muliadi Gani March 09, 2026 11:47 AM

 

PROHABA.CO - Kebakaran besar melanda sejumlah wilayah di ibu kota Iran, Teheran, setelah serangan udara menghantam beberapa fasilitas penyimpanan bahan bakar pada Sabtu malam (7/3/2026).

Serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat.

Serangan itu memicu kobaran api besar di berbagai titik strategis di sekitar kota.

Langit malam Teheran tampak terang akibat pantulan api dari depot minyak yang terbakar.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bola api raksasa membumbung tinggi ke udara, disertai kepulan asap hitam tebal yang menyelimuti sebagian wilayah kota.

Kondisi tersebut memicu kepanikan warga yang juga melaporkan bau asap menyengat di udara, sementara langit kota tampak menggelap akibat kepulan asap dari kebakaran besar tersebut.

Baca juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal Balistik Besar-besaran ke Jantung Israel

Empat Fasilitas Energi Jadi Sasaran

Empat fasilitas yang dilaporkan menjadi sasaran serangan antara lain gudang minyak Aghdasiyeh di timur laut Teheran, kilang minyak Teheran di selatan kota, depot minyak Shahran di bagian barat, serta sebuah gudang minyak di Karaj, yang berada di Provinsi Alborz.

Mengutip dari Iranintl, kebakaran hebat dilaporkan terjadi di depot minyak Aghdasiyeh di utara Teheran. 

Kobaran api terlihat dari jarak jauh dan terus membesar setelah serangan terjadi.

Serangan yang menghantam langsung area penyimpanan bahan bakar ini menyebabkan kebakaran besar karena menyasar pusat transfer produksi minyak.

Sejumlah saksi mata menyebutkan situasi di sekitar lokasi sangat berbahaya.

Mereka juga melaporkan adanya kebocoran minyak dari depot Shahran yang mengalir hingga ke jalanan di sekitar fasilitas tersebut.

Kebocoran ini dikhawatirkan dapat memperluas area kebakaran sekaligus meningkatkan risiko ledakan tambahan.

Hingga kini otoritas Iran masih berupaya mengendalikan api di beberapa lokasi yang terdampak.

Tim pemadam kebakaran dan pasukan keamanan telah dikerahkan untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah permukiman.

Baca juga: Ketegangan Memanas di Teluk, Iran Klaim Kapal Induk AS Abraham Lincoln Kabur Setelah Dihantam Drone

Israel Akui Lakukan Serangan

Dalam perkembangan terbaru, militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan udara yang memicu kebakaran besar di sejumlah depot minyak di Teheran dilakukan oleh pasukannya.

Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang disebut digunakan untuk mendukung infrastruktur militer Iran.

Menurut laporan media Israel, Israel Defense Forces (IDF) mengerahkan jet tempur untuk menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar di sekitar ibu kota Iran.

Fasilitas tersebut diklaim menjadi bagian dari sistem logistik yang digunakan oleh militer Iran.

Israel menyebut operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan operasional Iran.

“Target yang diserang adalah fasilitas penyimpanan bahan bakar yang digunakan untuk mengoperasikan infrastruktur militer Iran,” demikian pernyataan militer Israel.

Sementara itu, pemerintah Iran menuding serangan tersebut tidak hanya melibatkan Israel, tetapi juga didukung oleh Amerika Serikat.

Media pemerintah Iran menggambarkan serangan itu sebagai agresi dari “Amerika Serikat dan rezim Zionis”.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS terkait keterlibatan langsung dalam serangan tersebut.

Baca juga: Serangan Rudal Iran yang Sasar Kedutaan Israel di Bahrain Dicegat Arab Saudi

Iran Balas Serang Israel

Setelah sejumlah wilayahnya diserang, pemerintah Iran langsung melakukan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone ke beberapa wilayah Israel, termasuk kota utama Tel Aviv dan Yerusalem.

Ledakan dilaporkan terdengar di berbagai titik di Israel setelah rudal yang diluncurkan dari Iran memasuki wilayah udara negara tersebut.

Di Tel Aviv, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan rudal maupun dampak ledakan.

Sementara di Yerusalem, sirine serangan udara terus berbunyi sebagai peringatan bagi warga agar segera mencari perlindungan di bunker atau tempat aman lainnya.

Situasi ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Serangan saling balas antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran internasional bahwa konflik tersebut dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Hingga kini kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda meredakan konflik, sementara serangan balasan terus dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.

Baca juga: Iran Klaim Kendali Selat Hormuz, Situasi Ini Disebut Bisa Jadi Jebakan bagi Donald Trump

Baca juga: Trump Murka, Spanyol Tolak Terlibat Dalam Perang Melawan Iran Meski Diancam Putus Hubungan Dagang

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.