TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Polres Tana Tidung melaksanakan penanaman jagung serentak bagian dari program Ketahanan Pangan yang digelar bersama jajaran Polri di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui zoom meeting bersama Kapolri dan diikuti seluruh jajaran kepolisian daerah, termasuk Polres Tana Tidung.
Zoom meeting dilakukan di Mapolsek Sesayap tepatnya di Jalan Tanah Abang, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ), Sabtu (7/3/2026).
Selain kegiatan penanaman jagung, Polres Tana Tidung juga menggelar kegiatan sosial dalam rangka Ramadan.
Baca juga: Polres Nunukan Tanam 10 Kg Bibit Jagung, Sulap 0,75 Hektare Lahan Polri Jadi Kebun Produktif
Dalam kesempatan tersebut dibagikan sebanyak 200 paket takjil gratis kepada masyarakat yang terdiri dari 100 paket dari Polres Tana Tidung dan 100 paket dari Bhayangkari.
Selain itu, Polres Tana Tidung juga memberikan santunan kepada lima anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.
Saat pembagian takjil masyarakat terlihat turut antusias untuk mendapatkan menu berbuka gratis yang dibagikan langsung oleh Kapolres bersama seluruh jajaran yang hadir dan juga anggota Bhayangkari.
Bahkan tak sedikit pejalan kaki yang datang langsung ke sekitar Polsek Sesayap agar bisa mendapatkan takjil gratis.
Usai melaksanakan zoom meeting, Kapolres Tana Tidung AKBP Eko Nugroho mengatakan untuk wilayah Kabupaten Tana Tidung penanaman jagung tahap awal dilakukan di beberapa lokasi dengan total luas lahan sekitar 3,5 hektare.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Pakan Ternak, Tiga Kecamatan di Kabupaten Malinau Ini Produksi Jagung
“Penanaman jagung serentak ini dilaksanakan melalui zoom meeting bersama bapak Kapolri dan seluruh jajaran Polri se-Indonesia. Untuk wilayah Tana Tidung ada sekitar 3,5 hektare,” ujar AKBP Eko kepada TribunKaltara.com.
Ia menjelaskan, lahan tersebut tersebar di beberapa titik, di antaranya di lahan milik Polri seluas setengah hektare, Desa Safari sekitar satu hektare, serta di Desa Kujau seluas dua hektare.
Bibit jagung yang digunakan merupakan bantuan dari Karo SDM Polri dengan merek Bayangkara hibrida.
Menurutnya, sepanjang tahun 2026 Polres Tana Tidung menargetkan total penanaman jagung mencapai 24 hektare yang dilakukan secara bertahap hingga kuartal keempat.
“Untuk kuartal pertama ini kita mulai dengan 3,5 hektare. Penanaman dilakukan bertahap sampai kuartal empat, begitu juga dengan panennya dengan target sekitar 24 hektare,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui kegiatan penanaman jagung sebelumnya sempat menghadapi sejumlah kendala, terutama serangan hama dan kondisi tanah di wilayah Tana Tidung yang sebagian besar merupakan lahan gambut.
“Pengalaman sebelumnya ada sekitar lima hektare yang tidak panen karena dimakan monyet. Selain itu juga ada hama ulat dan kondisi tanah dengan pH tinggi karena gambut,” jelasnya.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat hasil panen tidak maksimal meskipun telah dilakukan berbagai upaya bersama Dinas Pertanian.
Salah satu langkah yang dilakukan untuk menekan kadar keasaman tanah adalah dengan menggunakan kapur dolomit, namun hasilnya masih belum optimal.
“Karena memang bawaan tanahnya gambut, jadi pengaruhnya cukup besar terhadap hasil panen,” ujarnya.
Pada panen terakhir, pihaknya hanya mampu menghasilkan sekitar 1,3 ton jagung yang sebagian besar diserap pada akhir tahun.
Meski demikian, Polres Tana Tidung tetap berupaya memperbaiki strategi penanaman tahun ini dengan memilih lokasi lahan yang lebih potensial.
Beberapa wilayah yang dinilai memiliki hasil cukup baik di antaranya kawasan Tana Lia di sekitar perkebunan PT Mulai Agro Utama, wilayah Gunawan, serta Desa Seludau di Kecamatan Sesayap Hilir.
“Di beberapa lokasi itu hasilnya cukup bagus, jadi kita coba fokus di wilayah yang lebih aman untuk penanaman,” katanya.
(*)
Penulis : Rismayanti