Penampakan Sampah di Puncak Bogor Menggunung Lebihi Jalan, Padahal Warga Cisarua Sudah Bayar Iuran
Tsaniyah Faidah March 09, 2026 07:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Tumpukan sampah menggunung di pinggir jalan di wilayah Desa Cikopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Sampah-sampah yang berada di kawasan Puncak Bogor tersebut terdiri dari berbagai macam yang merupakan limbah rumah tangga.

Bahkan, tumpukan sampah tersebut lebih tinggi dibandingkan jalan yang menjadi akses masyarakat.

Camat Cisarua, Heri Risnandar menjelaskan bahwa pada awalnya lokasi tersebut merupakan titik pembuangan sampah liar. 

Melihat kondisi tersebut, RT setempat kemudian berinisiatif mengelola lokasi itu agar sampah dapat dikumpulkan terlebih dahulu.

"Awalnya sampah dibuang secara liar, kemudian warga setempat mencoba mengelolanya agar terkendali, sehingga dijadikan tempat penampungan sementara sebelum diangkut oleh DLH," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, warga sekitar bahkan telah melakukan iuran untuk membantu operasional pengangkutan sampah. 

Namun, kata dia, permasalahan muncul karena banyak pihak dari luar wilayah yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut.

Ia pun mengklaim telah melakukan sejumlah langkah, akan tetapi hal itu belum optimal sehingga volume sampah terus bertambah setiap harinya.

"Pemerintah kecamatan juga telah melakukan berbagai langkah pengawasan, termasuk patroli untuk menertibkan pembuangan sampah sembarangan. Meski demikian, keterbatasan waktu dan personel membuat pengawasan belum dapat dilakukan secara maksimal," katanya.

Akan hak tersebut, ia mendorong agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Kawasan Rumah Lingkungan (KRL) yang telah berjalan sejak tahun 2018 digencarkan.

Heri Risnandar mendorong setiap RT memiliki bank sampah unit sebagai bagian dari prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) lingkungan guna memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh wilayah, mulai dari tingkat rumah tangga, RT, desa hingga pemerintah daerah, agar volume sampah yang harus ditangani dapat terus berkurang.

"Jika pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah, maka beban penanganan sampah akan jauh lebih ringan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.