TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Guna memenuhi kebutuhan pakan ternak yang terus meningkat. Saat ini produksi jagung di Malinau, Kalimantan Utara masih bertumpu pada tiga wilayah kecamatan.
Ketiga wilayah kecamatan ini meliputi Kecamatan Malinau Barat, Kecamatan Malinau Utara dan Kecamatan Mentarang yang menjadi penyumbang terbesar komoditas jagung di tingkat daerah.
Sementara itu, wilayah perkotaan tercatat memiliki angka produksi yang lebih kecil akibat keterbatasan lahan dan dominasi budidaya tanaman lain.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Malinau Endang menjelaskan fokus Pemkab Malinau saat ini mulai beralih pada kualitas hasil panen.
Baca juga: Hari Ini Penanaman Jagung Kering Serentak di Indonesia, Polres Malinau Targetkan Produksi Lima Ton
"Kita tidak hanya mengejar luas tanamnya tetapi yang kita kejar adalah produksinya, walaupun nanti luas tanamnya kecil yang kita harapkan produksinya lebih tinggi," ujar Endang.
Pada tahun 2026, Dinas Pertanian Malinau menetapkan target awal luas tanam jagung sebesar 280 hektare dalam kurun waktu setahun.
Angka target tersebut terpantau lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat menyentuh angka lebih dari 600 hektare.
Evaluasi terhadap target luasan lahan ini akan terus dilakukan secara berkala, terutama saat memasuki pertengahan tahun untuk melihat minat para petani di lapangan.
Selain upaya pemerintah, peran kepolisian melalui Polres Malinau juga turut memberikan pendampingan serta usulan bantuan benih dan peralatan bagi kelompok tani binaan.
Baca juga: Polisi di Sei Menggaris Nunukan Turun Tangan Urus Ketahanan Pangan, Siap-siap Tanam Jagung
"Untuk tahun 2026 ini target awal masih di angka 280 hektare setahun, tapi kita lihat nanti di pertengahan tahun apakah ada peningkatan lagi atau tambahan lahan," katanya.
Optimalisasi lahan yang ada diharapkan mampu mendongkrak angka produksi jagung secara signifikan untuk menekan kekurangan stok pakan ternak lokal di wilayah Malinau.
(*)
Penulis : Mohammad Supri