Empat Titik Karhutla di Riau Masih Membara, Petugas Gabungan Terus Lakukan Pemadaman
Muhammad Ridho March 09, 2026 05:17 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Hingga Senin (9/3/2026), tercatat ada empat titik api yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan oleh tim gabungan.

Petugas dari TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, mengatakan empat titik karhutla tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Bengkalis.

“Titik api yang masih ditangani ada empat lokasi. Tiga titik berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu titik di Kabupaten Bengkalis,” kata Jim Ghafur, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, tiga titik kebakaran di Indragiri Hilir masing-masing berada di Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling; Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung; serta Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran.

Sementara itu, satu titik lainnya ditemukan di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat.

Menurut Jim, hingga saat ini proses pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat oleh tim gabungan yang berada di lokasi kejadian. Upaya ini dilakukan secara intensif untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

“Petugas di lapangan masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi. Seluruh tim gabungan terus bekerja untuk mengendalikan api agar tidak meluas,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga kini bantuan helikopter untuk water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum tiba di Provinsi Riau. Karena itu, upaya pemadaman masih mengandalkan personel dan peralatan yang ada di darat.

“Untuk saat ini pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat. Bantuan helikopter water bombing dari BNPB belum sampai di Riau,” jelasnya.

BPBD Riau juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pasalnya, saat ini wilayah Riau mulai memasuki musim kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Jim Ghafur mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Saat ini Riau sudah mulai memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran lahan cukup tinggi dan bisa cepat meluas,” tegasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.