TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 12 warga asal Jambi yang menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja (job scam) di Kamboja hingga kini masih menunggu kepulangan ke Indonesia.
Sebagian dari mereka saat ini berada di penampungan imigrasi Indonesia–Tiongkok, sementara lainnya tertahan di Imigrasi Sihanoukville, Kamboja.
Dalam satu bulan terakhir, sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) korban kasus serupa dari berbagai daerah telah dipulangkan ke Tanah Air.
Namun hingga kini belum ada warga asal Jambi yang berhasil kembali ke Indonesia.
Satu di antara korban asal Jambi, Andri Budi Sanjaya, mengatakan bahwa kepulangan warga Jambi dalam waktu dekat dijadwalkan pada Rabu (11/3).
Meski demikian, menurutnya hanya tiga orang yang akan pulang dan itu pun menggunakan biaya pribadi.
“Tanggal 11 nanti warga Jambi ada yang pulang, pakai ongkos sendiri,” tuturnya, Senin (9/3).
Tiga orang yang dijadwalkan pulang tersebut yakni Fajar Setiawan, M Eep Abdul Fatah, dan Mustafa Ramadhani yang semuanya berasal dari Kota Jambi.
Andri menambahkan, pada hari sebelumnya sebanyak 12 orang korban dari berbagai daerah telah diberangkatkan pulang ke Indonesia.
“Yang berangkat dari penampungan sini 12 orang, sisa orang di penampungan sekitar 200 orang,” katanya.
Andri dan warga Jambi lainnya bernama Chilva Shety Priyanka Elwani sejatinya sudah mendapat kabar bahwa nama mereka terdata pemerintah untuk dipulangkan.
Namun, ia mengaku belum dapat jadwal pasti kapan mereka akan dipulangkan ke Tanah Air.
Disuruh Pulang
Sementara itu, warga Jambi lainnya, Ananda Rizkiyanto alias Rizki, juga masih tertahan di Kamboja.
Ia kini berada di Imigrasi Sihanoukville dan belum mendapat kepastian kapan bisa pulang.
Rizki mengatakan sejumlah WNI diarahkan oleh pihak kepolisian setempat untuk membeli tiket pesawat sendiri agar dapat kembali ke Indonesia.
“Orang Indonesia pada beli tiket semua disuruh polisi, kemungkinan aku tinggal sendiri di Imigrasi ini,” jelasnya.
Ia juga menyebut pihak kedutaan Bangladesh sempat mendatangi lokasi tempatnya berada.
Namun hingga kini ia belum mendapat kabar mengenai kedatangan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Rizki yang merupakan warga Muaro Jambi mengaku sudah bekerja selama dua bulan di negara tersebut sejak akhir Desember.
Namun, ia menilai hasil yang didapat tidak sebanding dengan beban pekerjaan yang harus dijalani.
“Saya bekerja dan tidak tahan di jam kerjanya, sampai jam 12 malam. Saya takut terkena gangguan fisik, mata memerah dan kepala sering sakit,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sempat dipindahkan ke tempat lain sebelum akhirnya melapor ke KBRI.
“Di situ, saya melapor ke KBRI tetapi yang menjemput saya pihak kepolisian Kamboja dan saya dibawa ke Imigrasi Sihanoukville Kamboja,” jelasnya.
“Saya sudah 3 bulan di sini saya meminta bantuan Kementrian Luar Negeri dan Pemerintah Indonesia, tetapi belum mendapatkan bantuan dari mereka,” lanjutnya.
Tak Punya Ongkos Pulang
Rizki mengaku kesulitan untuk pulang ke Indonesia karena tidak memiliki biaya untuk membeli tiket pesawat.
Ia juga menyebut sudah tidak memiliki orang tua dan kehilangan kontak dengan keluarganya.
Selain itu, ia juga tidak mengetahui secara pasti prosedur pemulangan WNI oleh pihak KBRI.
“Saya tidak tau, memang di sini katanya ada dua prosedur: kadang dijemput KBRI langsung, kadang polisi Kamboja,” ucapnya.
Ia juga mengaku harus membayar oknum polisi setempat sebesar 100 dolar AS agar dapat menggunakan ponsel.
Rizki mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang ke Indonesia, namun terkendala biaya serta ponselnya yang saat ini ditahan oleh pihak Imigrasi Kamboja.
“Saya sangat takut sekali di sini, tolong bantu saya Pak. Saya sudah kehabisan akal, saya pasrah, saya benar-benar tidak tau harus bagaimana lagi.
"Mungkin suatu saat yang punya ponsel ini pulang dan saya tidak ada kabar dan hanya menunggu bantuan Pemerintah Jambi untuk membantu saya segera pulang ke Indonesia,” ujarnya.
“KBRI juga tidak bisa masuk ke Imigrasi sini, jadi saya hanya bisa meminta bantuan Pemerintah Jambi, Gubernur Jambi, Bapak Al Haris untuk membantu saya. Saya takut sekali di sini selamanya. Cukup kali ini saja saya seperti ini,” harapnya.
Daftar Warga Jambi Korban Job Scam Kamboja
- Andri Budi Sanjaya (Jambi, Terdata di Pemerintah Jambi)
- Chilva Shety Priyanka Elwani (Jambi, Terdata di Pemerintah Jambi)
- Fajar Setiawan (Jambi, Pulang Ongkos Sendiri)
- M Eep Abdul Fatah (Jambi, Pulang Ongkos Sendiri)
- Mustafa Ramadhani (Jambi, Pulang Ongkos Sendiri)
- Syehdi (Kabupaten Sarolangun, Belum terdata di Pemerintah Jambi)
- Deri Setiawan (Jambi, Belum Terdata di Pemerintah Jambi)
- Dison (Jambi, Belum Terdata di Pemerintah Jambi)
- Rangga Gustianto (Kabupaten Batang Hari-Muara Bulian, belum terdata di Pemerintah Jambi)
- Rizky Warnizon (Jambi, Belum Terdata di Pemerintah Jambi)
- Vikky Pratama Putra (Jambi, Belum Terdata di Pemerintah Jambi)
- Audy Lyliana Putri (Jambi, Telah dijemput orang tua)
- Ananda Rizkiyanto (Kabupaten Muaro Jambi-Sungai Bahar, belum terdata di Pemerintah Jambi)
(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Kepala Pengamanan Lapas Sarolangun dan 22 Warga Binaan Positif Narkoba
Baca juga: Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 untuk Pinjaman hingga Rp500 Juta Tenor 5 Tahun
Baca juga: Danau Kerinci yang Meluap pada 2024 justru Menyusut 70 Hektare Tahun 2026
Baca juga: Ananda Warga Jambi Buka-bukaan Gaji Kerja di Kamboja, Sampai Mata Beler