Bupati Tana Tidung Kaget Harga MinyaKita Tembus Rp22.000, Polisi tak Tinggal Diam
Cornel Dimas Satrio March 09, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menyoroti harga minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita yang ditemukan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Temuan ini terungkap setelah pengecekan bahan pokok di sejumlah toko dan pasar di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Senin (9/3/2026).

Menurut Ibrahim Ali, dalam kemasan MinyaKita tercantum harga eceran tertinggi sebesar Rp15.700. 

Namun saat pengecekan di lapangan, minyak goreng tersebut justru dijual dengan harga Rp22.000 per liter.

"Kita agak kaget tadi melihat harga MinyaKita. Di kemasan sudah tertera HET Rp15.700, tapi ternyata dijual di eceran dengan harga Rp22.000," ujar Ibrahim Ali.

Bersama bersama Kapolres dan Dandim 0914/Tana Tidung, Ibrahim Ali langsung menanyakan temuan tersebut kepada penjual.

"Kami dengan Kapolres dan Dandim langsung menanyakan kenapa harganya jadi tinggi. Kata penjual tadi, mereka belanja dari distributor di Tarakan harganya memang sudah di atas ketentuan HET," katanya.

09032026 Bupati Ibrahim Ali sidak pasar 03
SOROTI HARGA MinyaKita - Bupati Ibrahim Ali bersama rombongan saat sidak ke Pasar Imbayud Taka, Jalan Jenderal Sudirman, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Senin (9/3/2026). Ia menyoroti temuan harga minyak goreng subsidi MinyaKita yang dijual jauh di atas HET.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Pemkab Tana Tidung Siap Gelar Pasar Murah Tekan Harga Sembako

Menindaklanjuti hal tersebut, polisi akan menindaklanjuti terkait alur distribusi MinyaKita hingga sampai ke pedagang di Tana Tidung.

"Teman-teman dari Polres nanti akan mengecek langsung bagaimana alur distribusinya," tegas Bupati.

Meski demikian, Ibrahim Ali memastikan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Tana Tidung masih aman hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, yang menjadi perhatian bukan hanya harga, tetapi juga ketersediaan stok bahan pangan di pasaran.

"Kita khawatir kalau bahan pokok seperti beras kosong, cabai langka, ayam potong, daging dan telur tidak ada. Tapi Alhamdulillah semua kebutuhan stok pangan masih tersedia," ungkap Ibrahim Ali.

Upaya Jaga Stabilitas Harga 

Pemkab Tana Tidung terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, salah satunya melalui pelaksanaan Pasar Murah.

Lewat Pasar Murah, pemerintah memberikan subsidi harga kepada masyarakat agar kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Selain itu, bersama unsur Forkopimda juga membentuk tim pengawasan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga di pasaran.

"Jadi dari pemerintah daerah kita membentuk tim bersama Forkopimda untuk mengawal stabilitas harga tetap terjaga," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.