TRIBUNJATIM.COM - Peristiwa perampokan dialami Jawari, lansia yang tinggal di Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi.
Warga berusia 69 tahun itu menjadi korban perampokan di rumahnya sendiri pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 24.00 WIB.
Saat kejadian, ia sempat ditodong pisau dan dianiaya sebelum pelaku berhasil merampas perhiasan emas miliknya.
Kasi Humas Polres Bungo, Iptu Bambang membeberkan kronologi kejadian.
Baca juga: Pemuda Nekat Rampok Konter HP Pakai Pistol Mainan yang Dicat Ulang: Buat Bayar Cicilan Motor Aerox
Ia menjelaskan bahwa pelaku beraksi saat korban sedang sendirian di dalam rumah.
Pelaku diduga masuk melalui pintu belakang dengan cara mencongkelnya.
"Pelaku saat itu sengaja memadamkan aliran listrik di rumah korban," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026), melansir dari Kompas.com.
Sebelum melakukan aksi kekerasan, pelaku sempat menggeledah isi rumah namun tidak menemukan barang berharga.
Pelaku kemudian mendapati korban yang sedang tertidur dan melihat perhiasan yang melingkar di jari korban.
Korban yang terbangun sempat berupaya melakukan perlawanan.
Namun, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau untuk mengancam korban. Tak hanya itu, pelaku juga sempat menampar korban sebelum akhirnya berhasil melepas paksa dua cincin emas milik korban.
“Korban sempat melawan, namun pelaku mengancam menggunakan pisau dan sempat menampar korban sebelum mengambil dua cincin emas yang dipakai korban,” ujar Bambang.
Setelah mendapatkan dua cincin emas dengan total nilai mencapai Rp 20 juta, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang rumah tempat ia masuk sebelumnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang diduga beraksi seorang diri tersebut.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Jujuhan,” pungkas Bambang.
Aksi komplotan modus pengobatan terapis yang menguras uang tunai Rp10 juta dan perhiasan emas 33 gram, terekam CCTV.
Mereka beraksi di rumah pasutri lansia, Bonari (68) dan Supiatun (60), di Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Hal itu diungkap oleh Kepala Desa Kalimalang, Riyadi.
"Iya terekam CCTV yang memang terpasang di sekitar lokasi," ungkapnya saat ditemui TribunJatim.com, Senin (9/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa Sabtu (7/3/2026), mendapatkan telepon dari anak korban.
Dimana menyampaikan bahwasanya orang tuanya mendapatkan musibah.
"Saya balik tanya kena musibah apa, katanya ibu kehilangan emas sama uang. Dari situ kita langsung meluncur ke lokasi sambil kita cek CCTV di wilayah Kalimalang," kata Riyadi.
Baca juga: Modus 3 Pria Rampok Tembakau di Bondowoso Berujung Bui, Satu Pelaku Jalan Terpincang-pincang
Riyadi menyatakan bahwa sesuai yang disampaikan ada empat orang yang memang mendatangi rumah pasutri Bonari dan Supiatun.
"Dan ketika dicek CCTV, ada mobil di wilayah Desa Kalimalang lewat poros, lewat pintu masuk, dan menuju langsung ke rumah korban Pak Bonari atau Bu Metun. Mobil silver, kalau kita kayaknya Avanza," urainya.
Menurutnya, dari CCTV bahwa terlihat satu mobil berhenti di depan, awalnya ada tiga orang, kemudian menyusul satu orang lainnya.
"Kalau mobil satu, waktu berhenti di depan, kelihatan ada tiga orang, yang satu turun, masuk ke sini tapi agak jauh, enggak begitu jelas, sopirnya turun belakangan. Kalau dari CCTV kurang jelas," ucapnya.
Namun keterangan pemilik rumah atau korban bahwa pelaku tersebut empat orang.
Rinciannya dua wanita dan dua laki-laki, usianya pun masih muda.
"Usianya sekitar 20 tahun. Untuk informasi Bu Metun, untuk bahasa Jawa kurang lancar pakai bahasa Indonesia, mungkin logatnya dari Jawa Barat," tegasnya.
Dia mengimbau masyarakat khususnya Desa Kalimalang untuk selalu berhati-hati dan waspada pastinya.
"Lewat kita safari pun kita sampaikan untuk tidak menerima siapapun yang tidak kita kenal apalagi yang ada kecurigaan baik itu modusnya mau jualan barang atau terapi, baiknya tidak diterima," pungkasnya.
Baca juga: Kasus Tak Kunjung Selesai, Ternyata Polisi Rifki yang Rampok Minimarket dan Gasak Rp 13 Juta
Pelaku mengaku bisa melakukan terapi kesehatan bagi orang tua.
Di tengah-tengah, salah satu pelaku minta izin ke kamar mandi.
Kemudian pasutri lansia dilakukan terapi kesehatan, keduanya dibaringkan oleh komplotan tersebut.
Setelah selesai terapi, semua pamit.
Sesaat setelah terapi, kedua korban belum sadar jika uang Rp10 juta dan perhiasan miliknya dikuras.
Baru ketahuan saat malam Minggu ketika pemilik rumah membuka lemari.
Alangkah kagetnya, saat membuka lemari, ternyata tidak ada uang Rp10 juta, perhiasan 33 gram kurang lebih lenyap.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyatakan telah menerima laporan.
Sederet laporan telah dikumpulkan oleh pihaknya.
"Kita sudah kumpulkan beberapa barang bukti. Dan saya imbau warga untuk lebih hati-hati menyimpan barang."
"Juga jangan mudah menerima tamu dari orang yang tak dikenal," pungkasnya.