Oleh: M. Qasim Mathar
Guru Besar UIN Alauddin Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Biarlah pemerintah kita (Indonesia) mendukung belakangan atau nanti.
Biarkanlah pemerintah bermain taktik strategi di lingkungan perang AS - Israel lawan Iran.
Aneh bukan. Negara mayoritas penduduknya adalah ummat beragama, khususnya beragama Islam, hanya bermain “dangdut” taktik strategi, justeru dekat kepada Trump yang mengomandani perang menyerang Iran yang melawan AS - Israel.
Benar bukan. AS - Israel adalah penyerang, sementara Iran adalah pelawan atau penantang serangan.
Bukan hanya pelawan serangan militer, tetapi Iran juga adalah pelawan kebohongan dan kemunafikan AS - Israel.
Dua negara ini menganut prinsip: kebohongan yang disiarkan berulang-ulang dan terus menerus, akhirnya akan diterima sebagai kebenaran.
Tapi mereka lupa. Dunia dan informasinya saat ini sudah sangat terbuka.
Sudah semakin sulit menyembunyikan kebohongan agak lama.
Dunia kita saat ini adalah dunia yang semakin terbuka.
Kita sedang bergerak dan bergeser ke dunia yang baru.
Dunia dengan peradabannya yang baru.
Dan, perang AS - Israel vs Iran saat ini, dalam pandangan saya, adalah pintu masuk menuju peradaban dunia yang baru.
Karena itu, saya mengajak ummat beragama, khususnya ummat Islam, untuk bersama-sama membuka pintu peradaban dunia baru itu dengan menegaskan dukungan kita kepada Iran.
Buanglah perbedaan agama, mazhab dan aliran yang kita anut.
Mari kita satukan perbedaan itu dalam satu kalimat: Tuhan kita satu, Tuhan yang aku sembah, itu juga Tuhan yang kamu sembah.
Mari satukan kesadaran: kita mau membangun dunia baru dengan peradaban di bawah kasih sayang Tuhan yang sama-sama kita sembah.
Bukan peradaban hedonis yang sekarang membius banyak negara modern.
Tidak usah memaksa pemerintah kita bersimpati kepada perlawanan Iran dan berempati kepada korban sebagai akibat dari keangkuhan AS - Israel.
Para elit di trias politika dan dunia bisnis kita, tidak usah diajak paksa untuk itu semua.
Beri mereka bersama presiden kesempatan untuk berangsur-angsur terbangun untuk sadar bersama kita
bahwa geopolitik saat ini sedang bertransisi dari peradaban dunia lama berpindah ke peradaban dunia baru.
Ayo, ummat Indonesia, kita songsong dunia baru dengan mendukung Iran!(*)