TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, kini berdiri sebagai calon tunggal setelah dua kandidat lainnya yang sempat digadang-gadang akan menjadi penantang kuat resmi menyatakan pengunduran diri dari bursa pencalonan.
Sehingga teka-teki mengenai siapa yang akan menakhodai KONI Bali untuk masa bakti 2026-2030 akhirnya menemui titik terang. Langkah mantap Giri Prasta dibuktikan dengan kehadirannya langsung di Sekretariat KONI Bali, Denpasar, Senin 9 Maret 2026.
Giri Prasta mengembalikan formulir pendaftaran kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), prosesi ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan simbol keseriusan sang tokoh dalam mengabdikan diri bagi kemajuan olahraga di Pulau Dewata.
Ketua TPP KONI Bali, Maryoto Subekti, yang menerima langsung berkas tersebut memberikan apresiasi. Menurut Maryoto, tindakan Giri Prasta yang turun langsung menyerahkan berkas menunjukkan tingkat komitmen yang sangat tinggi.
Baca juga: Sarana Prasarana Olahraga Masih Minim, 63 Pengprov Rekomendasikan Giri Prasta Pimpin KONI Bali
"Kehadiran Bapak Giri Prasta merupakan sebuah kesungguhan yang nyata bagi organisasi ini," tuturnya singkat di sela pendaftaran.
Sementara itu, Giri Prasta sendiri memaparkan visi besarnya untuk membawa KONI Bali ke arah yang lebih profesional, solid, dan mandiri.
Meski ia melihat fondasi pembinaan atlet saat ini sudah berada di jalur yang tepat, ia menekankan bahwa evaluasi menyeluruh tetap menjadi prioritas utamanya kelak.
"Pembinaan pelatih dan atlet sekarang ini sudah bagus," kata Giri Prasta.
"Namun, evaluasi internal, pengurus, hingga ketersediaan venue serta sarana dan prasarana penunjang tetap menjadi fokus utama kami," jelasnya.
Daya tarik utama dalam proses pendaftaran hari ini justru datang dari keputusan dramatis dua tokoh lainnya. I Gusti Ngurah Oka Darmawan dan Anak Agung Ngurah Maha Diptha, yang sebelumnya telah mengambil formulir, secara resmi menyatakan menarik diri dari persaingan.
Keputusan ini praktis mengubah peta konstelasi politik olahraga Bali yang semula diprediksi akan menjadi pertarungan tiga poros kekuatan.
Musorprov KONI Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret 2026 mendatang diprediksi akan menjadi panggung pengukuhan atau aklamasi bagi sang Wakil Gubernur untuk membawa prestasi olahraga Bali melompat lebih tinggi ke kancah internasional. (ian)