TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, mulai melakukan persiapan rangkaian upacara besar Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih pada tahun 2026.
Upacara sakral yang menjadi salah satu ritual terbesar umat Hindu di Bali ini, akan berlangsung cukup panjang, dengan rangkaian kegiatan yang “nyejer” selama sekitar tiga pekan.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha menjelaskan, rangkaian upacara telah mulai dilaksanakan sejak awal Maret dan akan mencapai puncaknya pada awal April 2026.
Menurutnya, tahapan awal dimulai pada 7 Maret 2026 dengan beberapa prosesi pembuka, seperti ngaturang pemiyut, negtegang, ngunggahang sunari, serta pengrajeg dan pengemit karya.
Baca juga: Jadwal Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Pura Agung Besakih 2026, Puncak Wraspati Wage Watugunung
Prosesi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan seluruh rangkaian yadnya yang akan berlangsung di kompleks pura terbesar di Bali tersebut.
Rangkaian berikutnya dilanjutkan dengan upacara ngendag minyak peselang pada 8 Maret.
Setelah itu, sejumlah tahapan ritual lainnya juga akan dilaksanakan secara bertahap, di antaranya piuning mider pada 15 Maret serta upacara mapepada dan bumi sudha pada 17 Maret.
“Pada 18 Maret akan dilaksanakan upacara tawur tabuh gentuh sebagai bagian dari prosesi penting dalam rangkaian karya,” ujar Widiartha, Senin 9 Maret 2026.
Setelah pelaksanaan tawur tersebut, tahapan upacara kembali berlanjut dengan penglemek tawur tabuh gentuh pada 21 Maret, diikuti pemasangan busana pelinggih pada 22 Maret.
Selanjutnya, pada 30 Maret akan dilaksanakan prosesi nunas tirta serta nedunang palinggih Ida Bhatara.
Sementara itu, prosesi melasti dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.
Untuk tahun ini, ritual penyucian tersebut akan dilaksanakan menuju sumber mata air Tegal Suci yang berada di Banjar Tegenan, Desa Menanga.
Rangkaian upacara akan semakin intens menjelang puncak karya. Pada 1 April digelar upacara mapepada dan memben, sebelum akhirnya puncak Karya IBTK dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kedasa pada 2 April 2026.
Setelah puncak upacara, rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan upacara penganyar dari masing-masing kabupaten/kota se-Bali yang dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 23 April.
Pada periode yang sama juga akan dilaksanakan upacara penyineban pada sore harinya.
Sebagai penutup seluruh rangkaian karya, upacara mejauman dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026. (mit)