TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Simak sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang dirangkum dalam populer Sumbar dalam 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Pertama, Imran Nahumarury mencatatkan kemenangan pada laga perdananya sebagai pelatih kepala Semen Padang FC.
Tim berjuluk Kabau Sirah tersebut sukses menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) malam.
Kedua, Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang akan membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi anak-anak dari berbagai dampak negatif di ruang digital.
Ketiga, aus lalu lintas di Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang tersendat akibat volume kendaraan meningkat pada Senin (9/3/2026) siang.
Berdasarkan keterangan para pengendara yang melintas, arus sempat tersendat 'padat merayap' di batas kota.
Baca selengkapnya berikut ini:
Imran Nahumarury mencatatkan kemenangan pada laga perdananya sebagai pelatih kepala Semen Padang FC.
Tim berjuluk Kabau Sirah tersebut sukses menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) malam.
Kemenangan ini menjadi awal yang positif bagi Imran yang baru saja ditunjuk manajemen untuk mengisi kursi kepelatihan menggantikan Dejan Antonic.
Baca juga: Semen Padang FC Tundukkan PSBS Biak 2-0, Guillermo Hernandez Hierro Cetak Brace
Eks pelatih Malut United tersebut langsung membuktikan kapasitasnya dalam meramu strategi di lapangan.
Pada babak pertama berakhir dengan 0-0. Kemudian pada babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah melalui aksi Guillermo Hernandez Hierro.
Pemain asing tersebut menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol sekaligus ke gawang PSBS Biak.
Pada babak pertama, kedua tim bermain cukup hati-hati. Sejak kick-off, PSBS Biak sempat menguasai tempo permainan.
Peluang pertama tuan rumah tercipta pada menit ke-5 melalui tendangan bebas setelah pemain Semen Padang, Samuel Christianson Simanjuntak, melakukan pelanggaran di luar kotak penalti.
Namun peluang tersebut masih mampu dipatahkan barisan pertahanan Kabau Sirah.
Baca juga: Hasil Babak Pertama PSBS Biak vs Semen Padang FC 0-0, Wakaso dan Giraldo Cedera
Semen Padang mencoba merespons pada menit ke-8 melalui sepakan keras Maicon De Souza, namun bola masih melebar dari gawang PSBS Biak.
Petaka sempat menghampiri tim tamu pada menit ke-11 setelah kapten tim Alhasan Wakaso mengalami cedera usai benturan dengan pemain PSBS Biak. Wakaso kemudian digantikan oleh Ripal Wahyudi.
PSBS Biak sempat mendominasi permainan pada awal laga. Namun Semen Padang perlahan mulai menemukan ritme permainan.
Pada menit ke-30, Semen Padang hampir membuka keunggulan. Umpan silang Maicon De Souza disambut Firman Juliansyah hingga mengenai tiang gawang. Namun wasit menilai bola dari Maicon sudah lebih dulu keluar lapangan.
Baca juga: Uda Rio Berharap Debut Imran Nahumarury Bawa Tiga Poin dan Perubahan Positif bagi Semen Padang
Satu menit berselang, Kianz Gonzalez Froese kembali mengancam gawang PSBS Biak setelah menerima umpan dari Firman. Namun kiper PSBS Biak, Aldo Monteiro Kudu, berhasil menepis bola.
Semen Padang kembali harus melakukan pergantian pemain pada menit ke-40 setelah bek asing Jaime Andres Giraldo Ocampo mengalami kram. Ia kemudian digantikan oleh Ricky Ariansyah.
Menjelang akhir babak pertama, Semen Padang sempat mendapatkan beberapa peluang melalui Guillermo Hernandez Hierro dan Froese, namun belum mampu menghasilkan gol. Hingga turun minum, skor masih bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung melakukan dua pergantian pemain. Firman Juliansyah digantikan Muhammad Kasim Botan, sementara Kianz Gonzalez Froese ditarik keluar dan digantikan Kazuki Nagasawa.
PSBS Biak kembali mencoba menekan di awal babak kedua. Pada menit ke-50, Andrade mendapatkan peluang di dalam kotak penalti, namun sepakannya masih mampu diamankan kiper Semen Padang.
Pada menit ke-57, Semen Padang kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Irsyad Maulana menggantikan Maicon De Souza. Masuknya Irsyad membuat serangan Kabau Sirah semakin hidup.
PSBS Biak sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-59 melalui pemain pengganti Ruyery. Namun sepakan tersebut berhasil dipatahkan oleh Ricky Ariansyah.
Pertandingan kemudian berjalan terbuka dengan jual beli serangan dari kedua tim. Pada menit ke-66, PSBS Biak kembali mengancam melalui aksi Luquinhas yang berhasil melewati beberapa pemain belakang Semen Padang. Beruntung, sepakannya masih mampu diamankan kiper Kabau Sirah.
Semen Padang akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-69. Gol berawal dari tendangan pojok yang diambil Irsyad Maulana. Umpan tersebut langsung disambut tandukan Guillermo Hernandez Hierro.
Baca juga: Susunan Pemain PSBS Biak vs Semen Padang FC Malam Ini, Laga Sengit Tim Zona Merah di Maguwoharjo
Bola sempat ditepis kiper PSBS Biak, namun tetap mengalir masuk ke gawang sehingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk Semen Padang.
Tertinggal satu gol, PSBS Biak mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun barisan pertahanan Semen Padang FC mampu mengantisipasi setiap peluang yang datang.
Semen Padang juga beberapa kali mencoba menambah keunggulan melalui Irsyad Maulana dan Kasim Botan. Namun hingga menit ke-80, skor masih bertahan 1-0.
Pada menit ke-83, Guillermo Hernandez Hierro kembali mendapat peluang di dalam kotak penalti, tetapi sepakannya masih berhasil diblok pemain belakang PSBS Biak.
Baca juga: Debut Imran Nahumarury: Spartacks Anggap Lawan PSBS Biak Laga Final, Minta Pemain Tampil All Out
PSBS Biak sempat mendapatkan dua peluang melalui situasi sepak pojok pada menit ke-86. Namun pertahanan Semen Padang masih mampu menggagalkan peluang tersebut.
Menjelang akhir pertandingan, Semen Padang kembali mendapatkan peluang melalui Irsyad Maulana yang menusuk dari sisi kiri pada menit ke-88. Namun sepakannya masih bisa dipatahkan pemain bertahan PSBS Biak.
Wasit kemudian memberikan tambahan waktu empat menit. Pada masa injury time itulah Semen Padang memastikan kemenangan.
Gol kedua Kabau Sirah kembali dicetak Guillermo Hernandez Hierro setelah memanfaatkan serangan balik cepat yang dibangun Irsyad Maulana. Irsyad yang melihat Hierro berdiri bebas langsung memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan sepakan keras ke gawang PSBS Biak. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Baca juga: Jelang Lawan PSBS Biak, Mastilizal Aye Harap Imran Nahumarury Bangkitkan Mental Pemain Semen Padang
Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan 2-0 untuk kemenangan Semen Padang FC tidak berubah.
Berkat kemenangan tersebut, Semen Padang FC naik ke peringkat 16 klasemen sementara dengan raihan 20 poin. Poin Kabau Sirah kini sama dengan Persijap Jepara di posisi 15 dan Madura United di peringkat 14 yang juga mengoleksi 20 poin.
Sementara itu, PSBS Biak harus turun ke peringkat 17 dengan raihan 18 poin.
Line-up Semen Padang FC:
Rendy Oscario (GK), Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi, Jaime Andres Giraldo Ocampo, Asyraq Gufran, Kianz Gonzalez Froese, Samuel Christianson Simanjuntak, Maicon De Souza, Boubakary Diarra, Alhasan Wakaso, Firman Juliansyah, Guillermo Hernandez Hierro.
Line-up PSBS Biak FC:
Aldo Monteiro Kudu (GK), Hwang, Sandro S, N Hassan, Luquinhas, Eduardo B, G Brown, Y Putra, U Armaiyn, Andrade, H Susanto.
Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang akan membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi anak-anak dari berbagai dampak negatif di ruang digital.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pihaknya menyambut positif rencana tersebut, meski saat ini masih menunggu regulasi resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait aturan pembatasan tersebut.
Baca juga: Pemko Padang Sampaikan LKPJ 2025, IPM Tertinggi di Sumbar hingga Investasi Capai Rp1,9 Triliun
“Sekarang kita menunggu regulasi dari Kementerian Komdigi. Ibu Menteri sedang menyiapkan aturan tersebut dan kita menunggu seperti apa bentuk kebijakan resminya,” kata Maigus Nasir, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pembatasan penggunaan media sosial bagi anak merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental serta perkembangan psikologis generasi muda.
Ia menilai penggunaan media sosial yang semakin tidak terkontrol di kalangan anak-anak dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan otak, psikologi, dan karakter anak.
“Media sosial sekarang cukup mengancam terhadap perkembangan otak anak, apalagi perkembangan psikologi dan karakter anak. Karena itu pembatasan usia penggunaan media sosial ini merupakan langkah yang sangat positif,” ujarnya.
Maigus menambahkan, kebijakan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai batas usia anak yang diperbolehkan menggunakan media sosial serta bagaimana pemanfaatannya secara bijak.
Baca juga: Volume Kendaraan Meningkat, Jalur Sitinjau Lauik Padang Macet Siang Ini Akibat Antrean Truk Besar
Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan sejumlah program berbasis digital yang diarahkan untuk kegiatan positif bagi anak-anak dan pelajar.
Salah satunya melalui program Ruang Guru yang disiapkan sebagai sarana pembelajaran digital bagi pelajar di Kota Padang.
Selain itu, Pemko Padang juga menjalankan program Smart Surau yang dilengkapi dengan fasilitas digital di masjid, termasuk penyediaan akses wifi gratis yang penggunaannya dibatasi untuk kepentingan pendidikan.
“Melalui Smart Surau kita menyediakan aplikasi dan wifi gratis, namun penggunaannya dibatasi hanya untuk kegiatan pendidikan,” jelasnya.
Baca juga: DPRD Padang Minta Pemko Tutup Kafe dan Karaoke Bandel yang Nekat Buka Selama Ramadan
Ia menegaskan, jika regulasi pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun resmi diberlakukan, Pemko Padang siap mendukung dan menjalankannya sebagai bagian dari upaya melindungi generasi muda di era digital.
“Kebijakan pusat melalui Komdigi ini tentu akan kita dukung dan kita sambut secara positif demi melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.
Menurutnya, pembatasan penggunaan media sosial sangat penting karena anak-anak di bawah usia 16 tahun seharusnya lebih fokus pada pendidikan dan kegiatan positif.
“Kita sangat mendukung, karena itu kan usia anak-anak yang masih produktif untuk sekolah. Jadi pembatasan itu perlu didukung dan segera disosialisasikan,” kata Muharlion.
Baca juga: Jelang Lebaran 2026, DPRD Padang Desak Dishub Benahi Parkir di Kawasan Wisata
Ia menilai penggunaan media sosial di kalangan anak-anak saat ini memang kerap menimbulkan berbagai dampak negatif.
Karena itu, kehadiran regulasi dari pemerintah pusat dinilai dapat menjadi langkah penting dalam memberikan perlindungan bagi generasi muda.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid telah menetapkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP TUNAS, yang mengatur pembatasan kepemilikan akun pada platform digital berisiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Implementasi aturan tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai 28 Maret 2026 pada sejumlah platform digital seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox.
Meutya Hafid menyebut kebijakan tersebut diambil karena ancaman di ruang digital bagi anak-anak semakin nyata, mulai dari pornografi, perundungan siber, penipuan online, hingga adiksi digital.
Baca juga: 22 Ribu Warga Padang Kehilangan Jaminan Kesehatan, DPRD Gelar RDP Bahas Solusi Penonaktifan BPJS PBI
“Hari ini pemerintah mengambil satu langkah penting untuk masa depan anak-anak Indonesia. Teknologi harus memanusiakan manusia, bukan mengorbankan masa kecil anak-anak kita,” ujar Meutya Hafid.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah juga menegaskan bahwa tanggung jawab perlindungan anak di ruang digital tidak hanya berada pada orang tua, tetapi juga pada platform digital yang mengelola ruang tersebut.
Arus lalu lintas di Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang tersendat akibat volume kendaraan meningkat pada Senin (9/3/2026) siang.
Berdasarkan keterangan para pengendara yang melintas, arus sempat tersendat 'padat merayap' di batas kota.
Tepatnya dari arah Padang menuju Kabupaten Solok (batas kota). Kemacetan ini terjadi karena banyak kendaraan atau truk besar menanjak dari Padang ke Solok.
Pengendara, Iqbal Qasthari mengatakan arus lalu lintas di Sitinjau Lauik terjadi kemacetan pada Senin siang.
Kemacetan berlokasi menjelang perbatasan kota, antara Padang dengan Kabupaten Solok.
Baca juga: Berburu Lembaran Rupiah Baru di Pelataran Masjid Raya Sumbar: Merawat Tradisi Berbagi di Idul Fitri
"Macet dari arah Padang menuju Solok siang ini di batas kota," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.con.
Ia mengaku datang dari Padang ke Solok dan melihat truk besar banyak melintas di Sitinjau Lauik siang ini.
Dikarenakan jalur Sitinjau Lauik cukup menyulitkan truk besar menanjak, arus lalu lintas menjadi terganggu.
Sehingga terjadi kemacetan, kendaraan lainnya harus menunggu di belakang dan sedikit mengulur waktu.
"Banyak truk besar bermuatan menanjak, makanya macet, namun arus tetap lancar," pungkasnya.
Baca juga: Wawako Padang Buka Gebyar Ramadan 2026, 250 Pelajar Ikuti Lomba di Masjid Raya Ganting
Senada, pengendara lainnya bernama Putra menyebut volume kendaraan meningkat di Sitinjau Lauik, sehingga terjadi kemacetan.
Akan tetapi kemacetan tidak begitu panjang, hanya terjadi di dekat batas kota di Sitinjau Lauik, Kota Padang.
"Untuk arus lalu lintas siang ini di Sitinjau Lauik sedikit macet, karena banyak kendaraan dari Padang ke Solok," terangnya.(*)