15 Korban Gigitan Anjing Rabies di Sekitar Pasar Buleleng Bali Dipastikan Dapat VAR Lengkap
Putu Dewi Adi Damayanthi March 10, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng memastikan 15 korban kasus gigitan anjing di Pasar Buleleng mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) lengkap. Ini karena anjing yang menggigit suspek rabies.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Buleleng, dr Sucipto.

Menurutnya, pemberian VAR lengkap perlu, sebab jika melihat dari ciri-cirinya, anjing tersebut diduga kuat rabies.

"Fenomena gigitan anjing ini tidak bisa kita prediksi. Kalau kita lihat perilakunya, anjing ini sudah termasuk anjing gila. Jadi potensi menularkan rabies ada. Tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan sampel otak untuk memastikan," ucapnya.

Baca juga: Dimulai Februari 2026, 6.534 Ekor Anjing di Denpasar Bali Telah Divaksin Rabies

Pasca teror gigitan pada Minggu 8 Maret 2026, seluruh korban telah mendapatkan VAR di Puskesmas Buleleng pada Senin 9 Maret 2026.

Langkah ini sebagai antisipasi awal, sembari menunggu hasil sampel otak.

"Apabila hasil sampel positif rabies, maka akan dilanjutkan dengan pemberian vaksin pada hari ke 7 dan hari ke 14," jelasnya.

Kabarnya, anjing tersebut telah menggigit belasan warga sekitar.

Lurah Kendran Made Sumardika, mengungkapkan informasi ini awalnya dari anggota Pecalang Delod Peken, yang kebetulan menjadi petugas parkir di Puri Kanginan.

Ia saat itu melihat anjing yang cukup agresif dan sempat menggigit warga sekitar.

"Karena meresahkan, akhirnya dikejar oleh Pecalang. Anjing itu sempat lari ke arah timur, yakni ke arah masjid. Anjing itu sempat mau menggigit anak-anak. Beruntung dihadang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas," jelasnya.

Sumardika mengatakan, korban yang digigit anjing liar ini merupakan pengunjung pasar Buleleng. Ada dari Liligundi, Banjar Paketan, dan adapula dari Kendran.

"Warga yang sempat digigit selanjutnya dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara untuk anjingnya sudah dieliminasi," imbuhnya.

Menindaklanjuti banyaknya anjing liar di lokasi sekitar, pihak kelurahan berencana melakukan eliminasi.

Rencana ini telah dikoordinasikan dengan dokter hewan serta aparat lingkungan setempat.

"Langkah ini agar masyarakat kami tidak resah dengan banyaknya anjing liar. Karena di Kendran saja, jumlah populasi anjing diperkirakan 20 ekor. Itu yang biasa keliaran di sekitar pasar," sebutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari RSUD Buleleng, tercatat ada 15 pasien yang dilarikan ke RSUD Buleleng karena gigitan anjing, yang berlokasi di sekitaran Jalan Gunung Batur dan Pasar Buleleng.

Dari 15 pasien, dua di antaranya merupakan anak-anak usia 7 dan 6 tahun. Sedangkan sisanya merupakan orang dewasa. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.