Kisah Dosen Universitas Jambi, Dulu Penyadap Karet Kini Jadi Guru Besar
GH News March 10, 2026 09:10 AM
Jakarta -

Masa depan tidak memandang dari posisi mana kita berasal. Setidaknya ini yang menggambarkan perjalanan dosen di Universitas Jambi, Prof Dr Kuswanto, SPd, MSi.

Dia menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membuka jalan menuju prestasi besar di dunia akademik, bahkan dari latar belakang sederhana. Namun, jauh sebelum menduduki posisi mentereng di kampus, Prof Kuswanto pernah menjadi penyadap karet.

Bagaimana kisahnya? Simak di bawah ini.

Dari Kebun Karet hingga Dunia Akademik

Mengutip laman resmi Universitas Jambi, Kuswanto lahir di Cilacap pada 14 Juni 1977 dari keluarga transmigran yang bekerja sebagai petani karet. Sejak kecil ia sudah terbiasa membantu orang tuanya bekerja di kebun.

Ia bercerita bahwa masa sekolahnya dijalani dengan penuh perjuangan. Pagi hari digunakan untuk menyadap karet, sementara sekolah ia jalani pada sore hari.

"Saya dulu sekolahnya sore. Jadi saat pagi saya motong karet, lalu saya jual. Hasilnya saya kumpulkan untuk modal saya kuliah," ujarnya, dikutip dari laman unja.ac.id.

Berbekal kerja keras tersebut, ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi, melanjutkan studi magister di bidang Ilmu Ekonomi di IPB, dan meraih gelar doktor di Universitas Jambi.

Sejak 2016, ia telah menjadi dosen di Universitas Jambi. Kemudian pada 2026, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Baginya, memilih bidang ilmu ekonomi berarti memikul tanggung jawab besar untuk mencetak mahasiswa yang memahami persoalan ekonomi secara mendalam.

Riset tentang Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan

Selain mengajar, Prof Kuswanto juga aktif melakukan penelitian di bidang ekonomi pendidikan, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi masyarakat. Salah satu penelitiannya berjudul "The Impact of Entrepreneurial Attitudes and Entrepreneurial Competence on Students' Business Success" yang terbit di jurnal internasional International Journal of Entrepreneurial Knowledge.

Penelitian tersebut mengkaji bagaimana sikap dan kompetensi kewirausahaan memengaruhi keberhasilan usaha mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa pembinaan dan pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam meningkatkan peluang sukses bisnis mahasiswa.

Dalam penelitian lain yang terbit di Economic Education Analysis Journal, ia meneliti pengaruh fasilitas sekolah dan teknologi terhadap kebutuhan tenaga kerja guru di sekolah swasta. Studi ini memberikan gambaran bagaimana perkembangan teknologi dan sarana pendidikan dapat memengaruhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah.

Melalui berbagai riset tersebut, Kuswanto berupaya memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan ekonomi, kewirausahaan mahasiswa, serta kebijakan pendidikan yang lebih efektif bagi masyarakat.

Dukungan Keluarga dan Sahabat

Selama menempuh studi hingga aktif menjadi pengajar, Prof Kuswanto mengakui mendapat dukungan orang-orang terdekat. Keluarga dan sahabat, baginya, memiliki peran penting dalam membantu seseorang melewati masa sulit.

"Kita butuh orang terdekat, salah satunya sahabat. Sahabat datang bukan hanya saat kita senang, tetapi saat kita susah juga, mereka yang akan menguatkan saat kita bekerja," ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya, ia banyak belajar tentang menjalani hidup sebagai bentuk amanah. Maka itu, harus tetap menjaga nilai spiritual dalam setiap langkah kehidupan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.