Hierarki Kiper Timnas Indonesia Pilihan John Herdman, Penjaga Gawang Termoncer di Liga 1 Tak Ikut
Tiffany Marantika Dewi March 10, 2026 10:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Hierarki kiper Timnas Indonesia semakin seru dengan hadirnya 1 nama baru.

Timnas Indonesia telah melakukan Garuda Calling atau pemanggilan skuad untuk ajang FIFA Series 2026.

Para pemain akan menjalani training center sebelum berlaga di akhir Maret 2026.

Sebanyak 5 nama kiper dipanggil untuk menjalani TC.

Baca juga: Statistik Terapik di Liga 1 Penggawa Persib Bandung Tak Buat Pelatih Timnas Indonesia Meliriknya

Mereka adalah Emil Audero, Maarten Paes, Cahya Supriadi, Nadeo Argawinata dan Ernando Ari.

Cahya Supriadi mengalahkan hierarki jajaran kiper terbaik di Super League.

Teja Paku Alam menorehkan nama sebagai kiper dengan catatan cleansheet terbanyak di antara kiper lain di Super League.

Namun, namanya tak masuk dalam jajaran kiper Timnas Indonesia.

Teja Paku Alam yang mencatatkan statistik apik di Super League nyatanya tak membuat Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meliriknya.

Teja Paku Alam tampil gemerlap di gelaran Super League Liga 1 musim 2025/2026 hingga pekan ke-23.

Namun, hal itu tak menarik minat John Herdman untuk melakukan Garuda Calling pada Teja Paku Alam.

Baca juga: FCV Dender Semakin Rasa Timnas Indonesia: Persija Jakarta & Persis Solo Potensi Untung & Naik Pamor

Catatan Terapik

Terdapat empat penjaga gawang yang menorehkan performa paling menonjol berdasarkan catatan statistik musim ini.

Keempat penjaga gawang tersebut, yakni Teja Paku Alam, Nadeo Argawinata, Mike Hauptmeijer dan Cahya Supriadi.

Dari keempat nama tersebut, kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, menjadi yang paling unggul dalam urusan cleansheet.

Teja Paku Alam mencatatkan jumlah nirbobol terbanyak dibandingkan kiper lainnya di kompetisi.

Sementara itu, dari deretan penjaga gawang asing, hanya Mike Hauptmeijer yang mampu menembus daftar empat besar kiper dengan statistik terbaik.

Kiper milik Bali United tersebut menjadi satu-satunya pemain non-lokal yang bersaing di papan atas.

Sepanjang musim 2025/2026, Teja Paku Alam berhasil membukukan 14 cleansheet bersama Persib Bandung.

Torehan itu menjadi rekor pribadinya sekaligus yang tertinggi di Super League hingga pekan ke-23.

Dari total 20 laga yang telah dijalaninya musim ini, Teja mencatatkan persentase cleansheet mencapai 70 persen.

Catatan impresif tersebut mengukuhkannya sebagai kiper paling produktif dalam menjaga gawang tetap tanpa kebobolan sejauh kompetisi berlangsung.

Baca juga: Daftar 8 Pemain Timnas Indonesia yang Absen di FIFA Series 2026: Thom Haye hingga Marselino Ferdinan

Tak Dipanggil John Herdman

Namun, nama Teja Paku Alam masih kalah pamor dengan kiper lokal lainnya.

Timnas Indonesia melakukan pemanggilan training center pada 5 kiper.

Mereka adalah Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi dan Ernando Ari.

Dari kelima nama yang dipanggil TC, hanya Cahya Supriadi nama baru yang masuk Timnas senior.

Sebelumnya, Cahya Supriadi adalah kiper yang bermain untuk Timnas kelompok umur.

Namanya masuk jajaran kiper senior.

Hal ini sejalan dengan posisi lainnya yang juga diisi penggawa muda dari kelompok umur.

Sedangkan Teja Paku Alam sudah berumur 31 tahun. 

Baca juga: Potensi Indonesia Vs Bulgaria di FIFA Series, Suporter Buru 1 Sosok Lawan untuk Mendarat di Jakarta

Teja Paku Alam di Timnas

Teja Paku Alam sempat menjalani masa-masa bersama Timnas Indonesia sejak tahun 2016 lalu.

Saat itu pelatih masih di bawah asuhan Alfred Riedl.

Hingga tahun 2019, Teja Paku Alam masih masuk dalam skuad Timnas Indonesia.

Meski begitu, ia belum mencatatkan penampilannya dan hanya menjadi cadangan.

Pelatih Shin Tae-yong pun belum pernah melakukan Garuda Calling pada Teja Paku Alam. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.