PROHABA.CO - Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru.
Langkah ini langsung menuai kritik dari Donald Trump dan menjadi sinyal kuat bahwa negara tersebut tidak akan mundur dalam peperangan yang kini mengguncang Timur Tengah dan mengacaukan pasar energi global.
Majelis Pakar Iran akhirnya menetapkan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran, menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Penunjukan ini menandai babak baru dalam politik Iran sekaligus mempertegas arah konfrontasi dengan Barat.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Yulius Purwadi Hermawan, menilai masyarakat Iran menyambut keputusan tersebut dengan penuh sukacita.
Pada akhirnya setelah 7 hari pemimpin baru terpilih,” ujarnya dalam tayangan YouTube Kompas TV, Senin (9/3/2026).
Namun, di sisi lain, kabar ini menjadi pukulan bagi Amerika Serikat dan Israel.
Dengan begitu, pertempuran akan berlanjut di bawah kepemimpinan Mojtaba.
Menurut Yulius, kedua negara tersebut tidak mengharapkan Mojtaba Khamenei yang dikenal keras terhadap Barat terpilih sebagai pemimpin tertinggi.
“Tentu saja ini dukacita untuk Amerika Serikat dan Israel.
Artinya pertempuran akan dilanjutkan, dan ini sesuatu yang Amerika Serikat harus khawatir,” tegasnya.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya
Yulius menambahkan, konflik antara Iran dengan AS-Israel diperkirakan akan terus berlanjut.
Hal ini diperparah oleh sikap Presiden AS Donald Trump yang menolak segala bentuk dialog dengan Iran.
“Nyatanya sampai hari Sabtu (7/3/2026) kemarin, kita sudah paham betul maunya Trump: no deal tanpa Iran menyerah.
Iran harus menyerah dulu, dan Presiden Iran sudah menimpali bahwa tidak mungkin Iran akan menyerah begitu saja,” jelasnya.
Dengan demikian, peluang diplomasi semakin tertutup.
Mojtaba Khamenei diperkirakan akan melanjutkan gaya kepemimpinan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, terutama dalam hal kebijakan politik luar negeri dan sikap keras terhadap Barat.
“Saya kira akan meneruskan gaya kepemimpinan ayahnya, termasuk posisi politik dan sikapnya terhadap Barat,” kata Yulius.
Baca juga: Warga Tel Aviv Hidup Dalam Gelap Usai Rudal Iran Hajar Pembangkit Listrik
Di dalam negeri, pengumuman penunjukan Mojtaba Khamenei memicu euforia.
Sejumlah warga berkumpul dan bersorak ketika kabar tersebut diumumkan.
Pengangkatan ini menandai babak baru dalam politik Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menjadi titik awal eskalasi konflik besar antara Iran dan kedua negara tersebut.
Mojtaba Khamenei dipilih oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, majelis tersebut mengatakan bahwa Mojtaba dipilih melalui “pemungutan suara yang menentukan”.
Mereka juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan nasional di tengah situasi politik dan keamanan yang sensitif.
Majelis tersebut, secara khusus meminta dukungan dari kalangan elit, ulama, serta akademisi dari seminari dan universitas agar membantu menjaga stabilitas negara.
Setelah pengumuman tersebut, berbagai lembaga negara Iran langsung menyatakan dukungan kepada pemimpin baru.
Pimpinan angkatan bersenjata Iran dilaporkan telah menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei.
Dukungan juga datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran yang menyatakan siap mengikuti kepemimpinannya.
Ketua parlemen Iran bahkan menyebut mengikuti kepemimpinan Mojtaba sebagai “kewajiban agama dan nasional”, menandakan konsolidasi cepat di dalam struktur kekuasaan negara.
Kepala keamanan nasional Iran juga menyatakan pemimpin baru tersebut memiliki kemampuan untuk memandu negara melewati masa yang penuh tekanan, terutama di tengah konflik militer dan tekanan internasional.
Baca juga: Israel Serang Depot Minyak Teheran, Iran Luncurkan Rudal Balasan ke Tel Aviv dan Yerusalem
Baca juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal Balistik Besar-besaran ke Jantung Israel