TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga di Kabupaten Nganjuk.
Totalnya, ada sembilan program yang dilaksanakan.
Kegiatan ini berlangsung di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, Senin (9/3/2026).
Khofifah mengatakan program kegiatan ini bertajuk Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H.
Melalui program itu, Pemerintah Provinsi Jatim membangun pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam interaksi serta tanggung jawab sosial.
"Kegiatan ini edisi ke-12 di bulan Ramadan. Program yang disalurkan sifatnya kesejahteraan dan amal," katanya.
Ia menyebut, program bantuan yang diberikan meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Bantuan Program Pembinaan Jalan Kabupaten, serta Bantuan Program Pemberdayaan BUM Des, Program Desa Berdaya, Program Jatim Puspa, dan Bantuan Keuangan Desa.
Kemudian, Bantuan Sosial kepada Lansia (PKH Plus), Bantuan Kemiskinan Ekstrem, Zakat Produktif, Bantuan Operasional Pendamping PKH Plus, pemberian Tali Asih bagi pahlawan sosial di lapangan, yaitu TKSK dan Tagana.
"Khusus untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk, alokasi bantuan yang diturunkan menyentuh Rp 8,7 miliar," sebutnya.
Baca juga: Pemprov Jatim Salurkan Bantuan 250 Drum Aspal ke Pemkab Nganjuk, Tutup Jalan Berlubang Jelang Mudik
Lewat kesempatan itu, ia menginstruksikan agar proses pencairan bansos dirancang ramah bagi kelompok rentan.
Karenanya di lokasi acara, tersedia konter bank daerah.
Dengan kehadiran bank daerah, para lansia penerima PKH Plus dapat mencairkan haknya secara langsung dengan mudah.
"Saya berpesan, bertepatan dengan puasa hari ke-19, mari kita terus merawat kerukunan, tenggang rasa, dan sikap saling menghormati antarumat beragama di Jawa Timur," paparnya.
Selain penyaluran bansos, Pemprov Jatim turut menggelar Pasar Murah yang berlokasi di kawasan Gor Bung Karno, Jalan Barito, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.
Para warga tampak menyerbu stan yang menjual bahan pokok di Pasar Murah.
Di sana bahan pokok dijual murah dibanding harga pasar pada umumnya.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, mengungkapkan Pasar Murah merupakan langkah strategis mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga bahan pokok.
Menurutnya, Pemkab Nganjuk melakukan operasi pasar guna memastikan langsung kondisi harga di lapangan.
"Ini langkah antisipasi mendekati Lebaran, utamanya soal kenaikan harga bahan pokok. Kami dibantu Pemprov menyelenggarakan Pasar Murah," tutupnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik