TRIBUNJATIM.COM - Simak sosok dan harta kekayaan Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari yang kini disorot.
Berikut juga riwayat organisasi beserta jejak karirnya.
Muhammad Fikri Thobari telah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (9/3/2026) malam.
Penangkapan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Jejak Karir Bupati Fadia A Rafiq Kena OTT KPK, Penyanyi hingga Pejabat 2 Periode Berharta Rp 86,7 M
“Benar, Bupati Rejang Lebong,” kata Fitroh Rohcahyanto singkat kepada Kompas.com, Selasa pagi.
Pihak-pihak yang terjaring operasi tersebut sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu. Saat ini, KPK telah membawa Bupati Rejang Lebong beserta sejumlah pihak lainnya ke Jakarta untuk pendalaman kasus.
“Sejumlah pihak diamankan dan pagi ini dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya adalah Bupati Rejang Lebong,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan resminya.
Muhammad Fikri Thobari merupakan seorang politisi yang lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981, sehingga saat ini ia berusia 45 tahun.
Fikri adalah anak dari pasangan M. Thobari Muad dan Rosmala Dewi.
Ia tumbuh di lingkungan keluarga birokrat dengan latar belakang politik yang kuat.
Ayahnya, M. Thobari Muad, merupakan mantan aktivis yang pernah berkarier sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu, serta pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepahiang.
Sementara sang ibu, Rosmala Dewi, juga dikenal sebagai birokrat di lingkungan Kemenag.
Dalam kehidupan pribadi, Fikri menikah dengan Intan Larasati dan telah dikaruniai seorang anak.
Pendidikan dasar Fikri dimulai di SDN 4 Nakau, Kabupaten Bengkulu Utara, dan lulus pada tahun 1992.
Ia kemudian melanjutkan sekolah ke SMPN 2 Curup (lulus 1995) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Curup (lulus 1998).
Fikri meraih gelar Sarjana (S1) Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang pada tahun 2006.
Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Publik (MAP) di Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH pada tahun 2023.
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Fikri dikenal sebagai aktivis dan pengusaha sukses. Ia pernah menjabat sebagai Pemimpin Koran Sehasen Jaya pada periode 2008–2010.
Kariernya di dunia bisnis semakin moncer saat ia menjabat sebagai Direktur Utama (2010) hingga Presiden Direktur (2014) PT Bukit Juvi Permata, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti dan perumahan.
Pengalamannya di sektor properti membawanya aktif di organisasi Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu.
Hingga pada tahun 2021, ia terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong sebelum akhirnya menjabat sebagai bupati.
Sukses sebagai pengusaha properti tak menyurutkan niat Fikri untuk mengikuti jejak sang ayah.
Ia juga terjun ke dunia politik pada tahun 2019 lalu sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong.
Saat itu, Fikri bahkan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Rejang Lebong di Pilkada 2019.
Alasan Fikri maju dalam dunia politik adalah untuk membangun Kabupaten Rejang Lebong.
Sayangnya, ia yang saat itu berpasangan dengan Tarsisius Samuji harus menelan pil pahit.
Suara yang mereka dapatkan belum berhasil menjadikan keduanya sebagai pemimpin Rejang Lebong.
Belajar dari kegagalan itu, Fikri kembali maju di Pilkada 2024 dan kali ini ia menggandeng analis ideologi pada Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Musi Rawas, Hendri.
Pasangan yang diusung oleh PAN, PDIP, dan Demokrat ini akhirnya unggul dengan meraih 63.691 suara atau 44,07 persen dari total suara sah.
Inilah riwayat organisasi Fikri sebagaimana dikutip dari rejanglebongkab.go.id:
Sekretaris Bisnis Development Service STIM AMKOP Palembang Tahun 2002–2004
Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kab. Rejang Lebong Tahun 2014–Sekarang
Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup Tahun 2014–2016
Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu Tahun 2016–2019
Ketua DPD Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi
Bengkulu Tahun 2019–Sekarang
Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Pemukiman Dewan Pimpinan Pusat Himpunan
Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (DPP HIMPERRA) Tahun 2024–2028
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong 2021–Sekarang
Fikri diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp19,5 miliar per 7 Agustus 2024.
Hal ini diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Fikri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika masih sebagai calon Bupati Rejang Lebong.
Dari LHKPN itu diketahui, Fikri memiliki 14 bidang tanah dan bangunan yang berada di sejumlah daerah di Bengkulu dengan nilai Rp14,6 miliar.
Di garasinya, terparkir dua mobil senilai Rp900 juta. Aset lain yang dipunyai Fikri adalah harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas, masing-masing Rp45 juta dan Rp7,2 miliar.
Andai tidak memiliki utang sebesar Rp12,9 miliar, maka harta Fikri akan mencapai Rp32,4 miliar.
Selengkapnya, berikut rincian daftar harta kekayaan Muhammad Fikri, Bupati Rejang Lebong dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, Selasa (10/3/2026):
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp14.600.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 304 m2/675 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp3.300.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 301 m2/650 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp2.000.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 222 m2/200 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp250.000.000
Tanah Seluas 185 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp200.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 154 m2/288 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp750.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 172 m2/300 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp1.000.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 636 m2/450 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp1.000.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/360 m2 di KAB/KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
Tanah Seluas 13.489 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
Tanah Seluas 8.946 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp600.000.000
Tanah Seluas 2.402 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
Tanah Seluas 368 m2 di KAB/KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp250.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 575 m2/350 m2 di KAB/KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp350.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1.488 m2/300 m2 di KAB/KOTA BENGKULU, HASIL SENDIRI Rp2.500.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp900.000.000
Mobil, Mitsubishi Eclipse Cross/Minibus Tahun 2020, Hasil Sendiri Rp350.000.000
Mobil, Mitsubishi Pajero Sport Tahun 2021, Hasil Sendiri Rp550.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp45.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp0
E. KAS DAN SETARA KAS Rp7.234.102.034
F. HARTA LAINNYA Rp9.700.560.665
Sub Total Rp32.479.662.699
UTANG Rp12.948.979.208
TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp19.530.683.491
(*)