Kapan Malam Lailatul Qadar Sebenarnya? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad
SERAMBINEWS.COM – Kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar terjadi?
Pertanyaan ini kerap muncul setiap bulan Ramadan dan menjadi hal yang paling dinantikan umat Islam karena malam tersebut disebut lebih baik dari seribu bulan.
Pendakwah kondang, Ustadz Abdul Somad, turut menjelaskan persoalan tersebut dalam ceramahnya yang berjudul “Kapan Itu Malam Lailatul Qadar Ustadz?” yang diunggah melalui kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official.
Dalam ceramah tersebut, Ustaz Somad memaparkan bahwa banyak umat Islam mencoba menebak kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi.
Namun menurutnya, waktu pasti malam istimewa itu sengaja dirahasiakan oleh Allah SWT.
Baca juga: Buya Yahya Ungkap Cara Meraih Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Ustadz Abdul Somad, menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti oleh manusia karena sengaja dirahasiakan oleh Allah SWT.
Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, yang kemudian dikutip Serambinews pada Selasa (10/3/2026).
Dalam ceramah tersebut, Ustaz Somad menjelaskan bahwa banyak orang bertanya tentang kapan tepatnya malam Lailatul Qadar, apakah bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran atau pada malam tertentu di bulan Ramadan.
Menurutnya, Al-Qur’an memang menyebutkan bahwa kitab suci itu diturunkan pada malam yang penuh berkah di bulan Ramadan.
Namun, waktu pastinya tidak dijelaskan secara tegas.
“Terus sebetulnya, Pak Ustaz, Lailatul Qadar itu Nuzulul Quran itu malam ke berapa? Iya, dirahasiakan Allah,” kata Ustaz Somad dalam ceramahnya.
Ia menjelaskan, jika malam Lailatul Qadar disebutkan secara pasti, maka umat Islam hanya akan beribadah pada malam tersebut saja.
“Karena kalau dikasih tahu malam yang lain sepi. Seandainya disebutkan dalam Al-Qur’an malam Lailatul Qadar adalah malam 21, malam 21 itulah orang ramai. Habis itu enggak ada lagi,” jelasnya.
Baca juga: Ingin Dapat Lailatul Qadar? Buya Yahya Anjurkan Rutin Lakukan 3 Ibadah Ini di Malam Ramadhan
Ustaz Somad menambahkan, bahkan pada malam-malam yang diyakini sebagai kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar, seperti malam ke-27 Ramadan, sering terlihat fenomena yang sama.
“Orang yang masih ijtihad saja 27 saja. Malam 27 melimpah, 28 kosong, 29 melimpah,” ujarnya.
Menurutnya, rahasia tersebut memiliki hikmah besar agar umat Islam terus meningkatkan ibadah sepanjang Ramadan.
“Kenapa Allah rahasiakan? Supaya kita punya dua: pertama takut, takut enggak dapat. Yang kedua, kita selalu berharap mudah-mudahan Ramadan ini kita dapat,” katanya.
Selain itu, Ustaz Somad juga menjelaskan bahwa tanda seseorang mendapatkan Lailatul Qadar dapat terlihat dari perubahan dalam dirinya setelah Ramadan.
Baca juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Waktu Terjadi & Tanda-tandanya Menurut Al-Qur’an dan Hadis
“Tanda-tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar itu adalah ada perubahan. Coba selesai Ramadan kira-kira ada enggak berubah?” katanya.
Perubahan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar hal fisik, tetapi terutama perubahan perilaku dan kualitas ibadah yang menjadi lebih baik.
Ia pun mengingatkan jamaah agar menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri.
“Siapa yang Ramadan ini lebih baik daripada Ramadan kemarin, itulah orang yang beruntung. Tapi kalau Ramadan ini sama saja dengan Ramadan kemarin, dia rugi,” ujarnya.
Melalui ceramah tersebut, Ustaz Somad mengajak umat Islam untuk tidak hanya mengejar malam tertentu, tetapi memperbanyak ibadah sepanjang bulan Ramadan agar memiliki peluang lebih besar meraih Lailatul Qadar.
Baca juga: Jelang Akhir Ramadhan, Rahasia Amalan Menggapai Malam Lailatul Qadar
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)