3 Fender Jembatan Mahakam Rusak Usai Ditabrak Kapal, DPRD Kaltim Segera Gelar Rapat
Amelia Mutia Rachmah March 10, 2026 02:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Insiden fender Jembatan Mahakam Samarinda menjadi perhatian setelah kapal yang melintas dilaporkan menyenggol struktur pengaman jembatan di Sungai Mahakam.

Insiden mendebarkan terjadi di jalur perairan Sungai Mahakam, Kota Samarinda pada Minggu (8/3/2026) malam lalu.

Tiang pancang pengaman atau fender Jembatan Mahakam yang sedang dibangun dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah disenggol oleh kapal yang melintas di kawasan tersebut.

JEMBATAN MAHAKAM DITABRAK - Video viral kapal tabrak Jembatan Mahakam I Samarinda pada 8 Maret 2026. Getaran benturan disebut terasa hingga Hotel Harris Samarinda.
JEMBATAN MAHAKAM DITABRAK - Video viral kapal tabrak Jembatan Mahakam I Samarinda pada 8 Maret 2026. Getaran benturan disebut terasa hingga Hotel Harris Samarinda. (Instagram Linimasa Samarinda)

Peristiwa ini langsung memantik respons dari kalangan legislatif di Kalimantan Timur karena Jembatan Mahakam merupakan salah satu infrastruktur vital yang menghubungkan berbagai aktivitas transportasi di Kota Samarinda.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, membenarkan adanya laporan insiden tersebut.

Baca juga: Viral! Getarannya Sampai Terasa di Sekitar! Detik-Detik Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Kapal

Namun, ia meluruskan informasi yang sempat simpang siur di media sosial mengenai kejadian tersebut.

Sapto menegaskan bahwa benturan kapal tidak mengenai struktur utama pilar jembatan, melainkan mengenai pilar pengaman atau fender yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

"Informasi awal yang kami terima, bukan jembatan yang ditabrak, tapi fender yang baru dibangun yang dihantam," ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Fender sendiri merupakan struktur pelindung yang dipasang di sekitar pilar jembatan untuk mengurangi risiko kerusakan jika terjadi benturan dari kapal atau benda lain di perairan.

Tiga Fender Dilaporkan Rusak

Berdasarkan laporan awal yang diterima, kerusakan yang terjadi cukup signifikan.

Baca juga: Viral! Fender Jembatan Mahakam I Samarinda Kembali Ditabrak Kapal

Dari total unit pengaman yang telah dibangun, beberapa di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan bahkan terseret arus Sungai Mahakam setelah benturan keras tersebut.

"Kondisinya cukup memprihatinkan. Dari total yang sudah dibangun, ada lima pancang pengaman. Nah, laporannya tiga di antaranya rusak," tambah Sapto.

Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran karena fender berfungsi sebagai perlindungan utama bagi struktur jembatan dari potensi benturan kapal yang melintas di jalur perairan tersebut.

Insiden ini juga memunculkan pertanyaan besar dari DPRD Kalimantan Timur terkait sistem pengawasan kapal yang melintas di bawah Jembatan Mahakam.

Sapto menilai aktivitas lalu lintas kapal di kawasan tersebut seharusnya mendapat pengawasan ketat untuk mencegah kejadian serupa.

Baca juga: Lampu Navigasi dan Sensor Monitoring di Jembatan Mahakam Dipasang, Lalu Lintas Kapal Dipantau Ketat

Ia mempertanyakan efektivitas sistem pengawalan atau escort kapal yang sebelumnya disebut akan dilakukan selama 24 jam.

"Kami kan mintanya kemarin itu escort-nya 24 jam. Tapi kok masih ada kejadian begini? Ini yang akan kita cari tahu dulu masalahnya di mana," tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Menurutnya, pengawasan yang lebih ketat diperlukan mengingat Sungai Mahakam merupakan jalur pelayaran yang cukup padat dengan aktivitas kapal angkutan barang maupun kapal industri.

DPRD Segera Gelar Rapat Koordinasi

Menindaklanjuti kerusakan aset daerah yang dinilai cukup vital ini, DPRD Kalimantan Timur berencana segera menggelar rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait.

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.30 WITA dengan agenda membahas kronologi kejadian serta langkah penanganan selanjutnya.

Baca juga: 2 Pria Ditangkap Usai Curi 9 Baterai Tower Telekomunikasi di Samarinda

“Iya, kita akan segera rapat koordinasi. Melihat potensi ganti ruginya, evaluasi kronologi kejadian, termasuk langkah tindak lanjut perbaikan dan pengamanan jalur,” tandas legislator daerah pemilihan Samarinda tersebut.

DPRD berharap hasil evaluasi nantinya dapat memperkuat sistem pengawasan pelayaran di Sungai Mahakam sekaligus memastikan keamanan infrastruktur jembatan yang menjadi jalur vital transportasi di Kota Samarinda. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.