POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menjelang Idul Fitri, daging beku menjadi pilihan masyarakat lantaran selisih harganya yang lebih terjangkau daripada daging segar.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur (Beltim), Heru Indramarta mengatakan minat warga terhadap daging beku karena produksi dari peternakan lokal sedikit.
Total ketersediaan daging beku yang disiapkan Pemkab untuk memenuhi kebutuhan lebaran kali ini mencapai 18,7 ton.
"Totalnya itu ada 18,7 ton. Ini angka yang kami siapkan untuk menjamin masyarakat tidak kesulitan mencari daging saat lebaran nanti," ujar Heru, Selasa (10/3/2026).
Bahkan untuk memenuhi kebutuhan daging segar di hari raya, Heru mengatakan Pemkab masih harus sangat bergantung pada pasokan sapi hidup dari luar pulau, satu di antaranya dari Pulau Bangka.
"Pasokan sapinya relatif rendah. Populasi sapi di masyarakat belum mampu memenuhi kebutuhan daging dari dalam sendiri, makanya kita datangkan dari luar, seperti Bangka," ucapnya.
Ketergantungan ini membuat harga daging segar di pasar Manggar menjadi tinggi.
Biaya angkut sapi hidup dari luar pulau membuat harga daging di tingkat pedagang sulit untuk menyentuh angka yang bersahabat.
Inilah yang membuat daging beku seakan menjadi pelarian bagi masyarakat.
Selisih harga mencapai Rp40 ribu per kilogram menjadi alasan warga lokal lebih memilih daging impor dari luar negeri ini.
"Kalau seandainya sapi lokal sudah banyak peternaknya, pasokannya melimpah, ya masyarakat pasti lebih pilih daging segar. Karena otomatis harga tidak akan terlalu tinggi," ungkap Heru.
Per hari ini, stok daging beku memang belum didistribusikan ke pasar-pasar, namun pemerintah memastikan koordinasi dengan Bulog dan distributor terus dimatangkan agar saat dilepas nanti harganya sesuai dengan yang mereka tetapkan, yaitu Rp120 ribu.
Selama populasi sapi lokal belum mampu bersaing, daging beku akan terus menjadi alternatif bagi masyarakat menjelang lebaran.
Menurut Heru bahwa lambat laun masyarakat mulai terbiasa. Sebab, setiap kali ada bazar murah atau operasi pasar, stok daging beku selalu ludes tanpa sisa karena harganya yang ekonomis.
"Minat itu sudah tumbuh karena kebutuhan. Masyarakat kita sekarang sudah mulai realistis dalam melihat pilihan di pasar," ujarnya.
Meski menjadi alternatif yang sebenarnya sangat baik, Heru berharap kondisi ini menjadi pecutan bagi sektor peternakan di Belitung Timur untuk segera berbenah dan meningkatkan populasi sapi.
Heru mengatakan tingginya minat warga terhadap daging beku adalah bukti bahwa pasar daging di Belitung Timur besar, namun belum bisa ditangkap secara maksimal oleh peternak lokal.
"Kita harapkan peternak lokal kita makin banyak, sehingga kedepan kita tidak perlu lagi terlalu bergantung pada daging impor atau sapi dari luar pulau," ucapnya.
Adapun Pemkab Beltim menjamin pasokan 18,7 ton tersebut akan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Pesan saya kepada warga, silakan manfaatkan daging beku sebagai alternatif yang sehat dan ekonomis. Tetap tenang karena stok kami pastikan aman dan segera kami distribusikan ke Kecamatan masing-masing dalam waktu dekat" tutup Heru.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)